- Pemkot Jakarta Barat menguji coba cairan Eco Lindi untuk menghilangkan bau sampah di dua TPS Kecamatan Tambora.
- Cairan Eco Lindi dikembangkan dari fermentasi air lindi untuk menekan gas metana dan mencegah munculnya lalat.
- Pemerintah berencana memperluas penggunaan inovasi ramah lingkungan ini ke tujuh kecamatan lain jika uji coba berhasil.
Suara.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mulai menguji coba penggunaan cairan penetral bau sampah ramah lingkungan bernama Eco Lindi di dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kecamatan Tambora.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan inovasi tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan bau sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah dari sumbernya.
"Eco Lindi ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan bau. Kita akan melihat perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan, dan diharapkan dapat memberikan perubahan signifikan, khususnya terkait bau sampah dan pengelolaan sampah yang lebih efektif," kata Iin, mengutip dari ANTARA, Senin (1/6/2026).
Eco Lindi merupakan cairan yang dibuat dari hasil fermentasi air lindi atau cairan limbah tempat pembuangan akhir (TPA), molase atau air tebu, asam sulfat, serta katalis organik. Cairan ini dirancang untuk membantu mengurangi bau sampah tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Uji coba perdana dilakukan di depo sampah Kelurahan Duri Utara dengan pendampingan tim dari Kabupaten Sidoarjo yang telah lebih dahulu menerapkan teknologi tersebut.
Menurut Iin, Kecamatan Tambora dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi serta keterbatasan lahan untuk TPS. Selain itu, wilayah tersebut juga menghasilkan limbah dari aktivitas industri konveksi yang membutuhkan penanganan khusus.
"Tambora memiliki kepadatan penduduk tertinggi dan keterbatasan lahan untuk TPS. Di sisi lain, terdapat potensi sampah dari limbah industri konveksi yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan," ujarnya.
Jika hasil uji coba menunjukkan dampak positif, Pemkot Jakarta Barat berencana memperluas penggunaan Eco Lindi ke tujuh kecamatan lainnya secara bertahap. Langkah tersebut akan disertai dengan koordinasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
Sementara itu, penemu Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, menjelaskan bahwa inovasi tersebut mulai dikembangkan sejak dirinya masih kuliah sekitar 4,5 tahun lalu. Saat ini, Eco Lindi disebut telah digunakan di lebih dari tujuh TPA di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?
Rania mengatakan air lindi menjadi bahan utama dalam formulasi tersebut. Melalui proses katalisis, cairan ini dapat membantu menekan bau sampah, mengurangi pembentukan gas metana, serta mencegah datangnya lalat di area pengelolaan sampah.
"Bahan utamanya adalah air lindi. Tujuannya membuat air lindi yang lebih ramah lingkungan dengan memicu proses katalisis sehingga sampah tidak berbau, tidak menghasilkan gas metana, dan tidak mengundang lalat," jelasnya.
Ia juga memastikan Eco Lindi aman digunakan berdasarkan sejumlah pengujian yang telah dilakukan. Menurutnya, cairan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif saat diuji pada tanaman maupun kolam ikan.
"Untuk keamanannya saya cukup percaya diri karena sudah dipraktikkan. Bahkan ketika diuji pada tanaman dan kolam ikan, tanaman maupun ikannya tidak mati," kata Rania.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen