Serang Suara - Kendati nama calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan telah mengerucut, akan tetapi capres jagoan Partai NasDem yang kini dalam lingkaran Koalisi Perubahan untuk Persatuan urung juga dipamerkan.
Nama cawapres itu telah berada dalam kantong Anies Baswedan, tinggal diumumkan dan sudah keputusan final, sebut Ketua DPP NasDem Willy Aditya saat wawancara di NasDem Tower, Jakarta, Jumat (2/6/2023) lalu.
Partai NasDem memberikan keleluasaan bagi Anies untuk mengumumkan siapa nama calon pendampingnya untuk berlaga di Pemilu 2024 mendatang.
Kendati demikian Partai Demokrat tidak ingin berlama-lama, dan mendesak Anies Baswedan agar nama calon wakil presiden segera go publik.
Rentang waktu yang diberikan kepada Anies cuma dalam Juni 2023 ini. Jika tidak, sudah barang tentu akan berdampak pada tiket capres Pemilu 2024 dan Partai Demokrat bisa berlabuh ke lain hati.
"Kalau Juni belum deklarasi berpasangan, kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi (dukungan terhadap Anies)," kata Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief, Senin (5/6/2023).
Andaikata tidak segera deklarasi cawapres Anies Baswedan besar kemungkinan menaikkan elektabilitas akan semakin berat, apalagi saat indeks elektabilitas Anies Baswedan dari beberapa lembaga survei menurun.
NasDem: Biar Mas Anies yang menyampaikan
Willy mengungkap bahwa pilihan Anies terhadap nama cawapres tersebut sudah dikomunikasikan secara berantai kepada Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca Juga: Di Luar PPP, Golkar Bisa Bareng Parpol Lain Dukung Anies Baswedan: Berani Ngak?
Seperti halnya dikemukakan Survei Indonesia (ASI) di Jawa Timur (Jatim) tertanggal 15-22 Mei 2023 dalam bentuk simulasi.
Berdasarkan data tersebut elektabilitas Anies hanya 8,3 persen, sedangkan Prabowo Subianto 36,7 persen, dan Ganjar Pranowo 35,4 persen.
Sementara Peneliti LSI Denny JA, Ade Mulyana dalam surveinya menilai bahwa Anies akan kehilangan tiket masuk Pilpres jika ada salah satu partai yang angkat kaki dari mendukung bekas Gubernur DKI Jakarta itu.
Jika Demokrat maupun partai anggota Koalisi Perubahan berhenti mendukung Anies, ia terancam mencapai minimum 20 persen untuk pencalonan presiden. [*]
Kontributor: Putra Tanhar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Teruji di Papua Motor Listrik Yadea VELAX H yang Digunakan Wapres Gibran Kini Mejeng di Kemayoran
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
First Look Film Werwulf, Aaron Taylor-Johnson Jadi Manusia Serigala
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
10 Lagu Piala Dunia Terbaik Sepanjang Massa, Nomor Dua Masih Favorit Dunia
-
Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Membentuk Hidupmu