Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memiliki rekam jejak diajukan sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang cukup kompleks. Baru-baru ini, Mahfud MD mengaku pernah ditawari menjadi cawapres Anies Baswedan tetapi ditolaknya.
"Mereka bertanya, Pak Mahfud bersedia enggak? Enggak, saya bilang," kata Mahfud di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 5 Juni 2023.
Tawaran tersebut disampaikan oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu ketika mendatangi rumahnya. Berkenaan dengan itu, berikut ini rekam jejak Mahfud MD diajukan jadi cawapres selengkapnya.
Gagal Jadi Cawapres Pendamping Jokowi di Pilpres 2019
Pada 2019, Mahfud MD nyaris menjadi cawapres pendamping Presiden Joko Widodo. Namanya mencuat diantara nama yang menurut survei disebut tepat mendampingi Jokowi.
Mahfud pernah bercerita pengusungan dirinya sebagai cawapres di stasiun televisi. Dalam acara itu, Mahfud menyampaikan Jokowi sudah menetapkannya sehari sebelum pengumuman.
Bahkan Mahfud juga telah diminta melakukan pengukuran baju untuk deklarasi capres-cawapres. Namun keputusan tiba-tiba berubah pada Kamis, 9 Agustus 2018 malam.
Disebut Cocok Jadi Cawapres Pendamping Ganjar
Mahfud MD pernah dikabarkan akan menjadi cawapres pada Pilpres 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Mahfud disebut sebagai salah satu sosok yang dapat mendampingi Ganjar Prabowo dalam pesta demokrasi tersebut.
Baca Juga: Apa Itu Aturan 'Satu Keluarga PDIP' Jika Kaesang Masuk Politik?
Menanggapi hal itu, Mahfud mengaku akan melihat perkembangan kedepan untuk menentukan sikap. Baginya, masih ada keputusan yang belum final.
“Ini kan belum waktunya, itu (cawapres) baru saling lempar bola. Belum ada yang sebenarnya final di situ. Jadi lempar bolanya masih cukup lama,” jelas Mahfud Md.
Dipertimbangkan Jadi Cawapres Prabowo
Wakil Ketua Umum Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyampaikan nama cawapres. Salah satu diantaranya yang dijadikan pertimbangan yakni Mahfud MD.
Atas kabar tersebut, Mahfud MD enggan banyak berkomentar. Mahfud Md mengaku masih menjabat posisi yang mengurusi pemilu.
"Saya kan tidak termasuk yang mengomentari itu karena saya petugas yang harus menjaga pemilu ini berjalan lancar sesuai dengan jadwal," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/4).
Berita Terkait
-
Apa Itu Aturan 'Satu Keluarga PDIP' Jika Kaesang Masuk Politik?
-
Jokowi Ingin Lepas Tangan, Proposal Damai Ukraina Disebut Hanya Inisiatif Prabowo Subianto
-
Hubungan Dikabarkan Retak, Ini Momen Mesra Megawati dan Jokowi di Rakernas PDIP
-
Witan Sulaeman dkk Pemain Muda Persija di Timnas Indonesia Senang Dapat Penghargaan dari Presiden Jokowi
-
Cek Fakta: Anies Baswedan Tolak Argentina ke Indonesia, Erick Thohir Permalukan di Acara TV
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024