- Kementerian Perindustrian menyampaikan hak jawab atas artikel Suara.com tertanggal 5 Mei 2026 mengenai isu PHK industri.
- Menteri Perindustrian menegaskan pernyataan aslinya berfokus pada resiliensi sektor manufaktur nasional menghadapi tekanan geopolitik global secara sementara.
- Kementerian menyatakan judul berita tidak akurat karena Menteri Perindustrian tidak pernah mengonfirmasi adanya ancaman PHK massal tersebut.
Suara.com - Sehubungan dengan pemuatan artikel di rubrik Suara.com, yang berjudul “Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia” pada 5 Mei 2026 (penulis: Liberty Jemadu dan Asri Adi Hutasuhut), perkenankan kami menyampaikan Hak Jawab terkait artikel tersebut sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Kementerian Perindustrian perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang diterima masyarakat menjadi akurat dan berimbang:
- Kami menyampaikan bahwa isi berita tersebut pada dasarnya memuat data yang benar, namun penulisan judul tidak mencerminkan isi dan esensi pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Perindustrian.
- Perlu kami jelaskan bahwa pernyataan Menteri Perindustrian tersebut merupakan respon atas isu yang disodorkan oleh rekan media pada saat doorstop di Kemenkeu tanggal 5 Mei 2026. Konteks respon dan pernyataan Pak Menteri bukan merupakan pengakuan terhadap adanya ancaman PHK, melainkan penjelasan mengenai ketahanan industri nasional dalam menghadapi tekanan geopolitik global, baik yang berdampak pada pasar maupun bahan baku. Lebih lengkap konteks wawancara saat doorstop tersebut kami sampaikan transkipnya sebagai berikut :
Isu dari wartawan: Pak, kemarin KSPI nyebut Ada 5 sektor yang akan terancam PHK massal dalam waktu 3 bulan kalau kita tidak berbuat apa-apa, otomotif, plastik, dan juga tekstil termasuk, Pak?
Respon Menperin: Kita ini sekarang dalam kondisi yang mungkin harus menjadi perhatian, dan yang menghadapi kondisi ini bukan hanya Indonesia. Dan saya tetap percaya pada resiliensi dari sektor manufaktur, Saya percaya. Sudah berkali-kali kita mengalami krisis dengan magnitude yang luar biasa, terakhir COVID, di mana teman-teman manufaktur bisa membuktikan resiliensinya, bahwa Ada tekanan terhadap market, Ada tekanan terhadap bahan baku, ya itu memang dihadapi semua negara, semua pihak, dan saya yakin ini sifatnya temporary. - Fokus utama yang ingin disampaikan adalah optimisme bahwa industri manufaktur tetap tangguh menghadapi volatilitas global melalui berbagai langkah mitigasi dan penguatan struktur industri dalam negeri.
Berdasarkan fakta di atas, kami menilai Menteri Perindustrian berupaya menjelaskan bagaimana ketahanan industri menghadapi berbagai tekanan, baik dari sisi permintaan maupun produksi dan tidak ditujukan untuk mengakui potensi atau ancaman PHK pada manufaktur lndonesia. Tidak ada pernyataan Menteri Perindustrian yang mengkonfirmasi ancaman PHK.
Kami menilai penempatan judul berita sebagaimana dimaksud diatas merupakan kekeliruan yang dilakukan redaksi Suara.com dalam memahami konteks pernyataan Menteri Perindustrian.
Oleh karena itu, kami mengajukan hak jawab sesuai dengan UU Pers dan Peraturan Dewan Pers Nomor 9/Peraturan-DP/X/2008 tentang Pedoman Hak Jawab, agar Suara.com memuat siaran pers berita hak jawab sebagaimana terlampir pada kanal berita pada kesempatan pertama dalam waktu 1 x 24 jam, untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi PIC Biro Humas di 0815-8765-213 (llhamullah).
Demikian kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya dalam menjaga kualitas jurnalisme yang berimbang, kami ucapkan terima kasih.
Berita Terkait
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China
-
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?