- Saham BBRI mencatat penguatan selama lima hari berturut-turut hingga mencapai harga Rp3.340 per lembar pada Jumat, 8 Mei 2026.
- Investor asing melakukan aksi beli bersih masif yang dipicu sentimen positif distribusi dividen final sebesar Rp31,47 triliun.
- Stabilitas nilai tukar Rupiah mendorong optimisme investor terhadap fundamental perbankan sehingga memicu peningkatan nilai transaksi saham BBRI.
Suara.com - Laju saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan pekan ini.
Pada sesi 1 perdagangan hari Jumat (8/5/2026), emiten perbankan plat merah ini berhasil mempertahankan tren penguatan yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.
Aktivitas beli bersih (net buy) oleh investor asing menjadi salah satu mesin penggerak utama yang menjaga optimisme pasar terhadap bank dengan fokus UMKM ini.
Berdasarkan data perdagangan hingga menjelang penutupan sesi 1 hari ini, harga saham BBRI terpantau bertengger di level Rp3.340 per lembar saham.
Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 1,21 persen jika dibandingkan dengan harga pembukaan pasar pada pagi tadi.
Antusiasme pelaku pasar terlihat jelas dari tingginya volume perdagangan yang mencapai 167,17 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 39.088 kali. Nilai transaksi yang tercatat pun cukup fantastis, yakni menembus Rp555,5 miliar hanya dalam separuh hari perdagangan.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas mengonfirmasi bahwa investor domestik maupun mancanegara terus memburu saham ini, dengan catatan aksi beli bersih mencapai Rp113,9 miliar saat laporan ini disusun.
Tren positif ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 4 Mei 2026, di mana saham BBRI secara konsisten berada di zona hijau. Sepanjang periode 5 Mei hingga 7 Mei kemarin, investor asing tampak mendominasi aksi beli, memberikan sinyal kuat bahwa kepercayaan pasar terhadap fundamental BRI mulai kembali pulih setelah fase koreksi beberapa waktu lalu.
Dividen dan Dampaknya pada Likuiditas Pasar
Baca Juga: Sentuh 5.245 Desa, BRI Kembali Buka Pendaftaran Desa BRILiaN 2026
Salah satu sentimen utama yang menggerakkan pasar hari ini adalah jadwal pembayaran dividen final tahun buku 2025. Tepat pada Jumat (8/5/2026), BRI menjadwalkan pendistribusian dana dividen senilai Rp31,47 triliun kepada para pemegang saham yang berhak.
Setiap pemegang saham akan menerima jatah Rp209 per saham sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi investornya.
Perlu diingat bahwa daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas guyuran dividen ini adalah mereka yang tercatat pada 22 April 2026 lalu.
Sementara itu, periode cum date dividen telah berlangsung pada 20 April 2026, di mana pada saat itu saham BBRI ditutup menguat signifikan sebesar 6,07 persen.
Analisis Sektoral dan Pengaruh Rupiah
Maybank Sekuritas dalam ulasannya menyoroti bahwa kebangkitan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks), termasuk BBRI, berkaitan erat dengan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Berita Terkait
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Dukung Ekonomi Akar Rumput, BRI Surabaya Beri Modal Rp3,8 Triliun ke 89 Ribu Pelaku Usaha
-
Badai Pasti Berlalu: Marian Mihail Percaya PSBS Biak Segera Bangkit dari Keterpurukan
-
Diskon Khusus Makan di Suteki, Syaratnya Cuma Satu!
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik
-
59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum
-
Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
-
Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!
-
Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak