Serang.suara.com - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, digadang-gadang akan maju dalam pemilihan Wali Kota Depok. Baliho dan spanduk bergambar Kaesang Pangarep pun tersebar di beberapa titik di Kota Depok.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai yang paling gencar mendukung Kaesang. Ketua Umum PSI Giring Ganesha diketahui telah menemui adik Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tersebut. Pertemuan keduanya terjadi di sebuah studio yang biasa dipakai Kaesang untuk tampil di acara Podkaesang Depan Pintu (PDP) di kanal YouTube miliknya.
Foto momen pertemuan Giring dan Kaesang diunggah akun Twitter resmi DPP PSI, @psi_id. Dalam foto yang diunggah, Kaesang dan Giring mengenakan kaus pendek yang sama, berwarna hitam dengan logo PSI dan bertuliskan "PSI partainya orang biasa biasa dan bukan siapa-siapa".
Kaus yang dikenakan Kaesang merupakan pemberian relawan yang menamai diri mereka Sang Menang. Relawan Sang Menang terlihat ikut bertemu dengan Kaesang.
PSI juga mengunggah foto saat pertemuan awal. Tampak Kaesang mengenakan baju kemeja lengan panjang berwarna putih lengkap dengan dasi corak garis merah-hitam.
"Kayaknya yang udah pada nunggu Bro @Giring_Ganesha ketemu Mas @kaesangp bakal suka liat foto-foto ini. Kira-kira mereka ngobrolin apa, ya?" tulis DPP PSI.
Merespons pertemuan Giring dengan Kaesang berkaus PSI, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menyatakan akan bertanya langsung kepada suami Erina Gudono tersebut soal kemungkinan bergabung dengan partainya.
"Nanti saya tanya Mas Kaesang, mau masuk PDIP enggak? Itu dulu," ujar Puan di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Juni 2023.
Menurut Puan, jika ada seorang anggota keluarga yang bergabung dengan PDIP, anggota keluarga lain tidak boleh bergabung dengan partai lain. Dia menegaskan, satu keluarga boleh menjadi calon anggota legislatif atau kepala daerah PDIP, asalkan berbeda-beda wilayah.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya Dari Presiden Jokowi
"Kan, PDIP boleh satu keluarga, asal wilayahnya berbeda-beda. Kecuali, kalau caleg atau kepala daerah yang kemudian berbeda partai, itu yang enggak diperbolehkan. Tapi ini kan satu partai dan punya posisi yang berbeda-beda," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?
-
Review The Sweater: Pelajaran Sederhana tentang Berbagi dan Peduli
-
Bakal Heboh di Akhir Bulan Ini! Demon Slayer hingga Bloody Smart Siap Tayang di OTT CATCHPLAY+
-
Hadapi Kamboja Malam Ini, Timnas Indonesia Dapat Kabar Buruk John Herdman Putar Otak
-
Persebaya Pecundangi Persija, Bernardo Tavares Bongkar Kunci Sukses Patahkan Taktik Shin Tae-yong
-
AS dan Iran Hentikan Aksi Militer, Harga Minyak Anjlok 5 Persen!
-
4 Shio yang Hidupnya Jadi Lebih Mudah Mulai Hari Ini, Semua Tantangan Terlewati
-
Mojtaba Khamenei Tegas: AS Mau Damai, Suruh Israel Hentikan Serangan ke Lebanon
-
Revolusi Kecoak Gen Z India: Berawal dari Komentar Hakim Jadi Meme dan Gerakan Perlawanan