Serang.suara.com - Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett masih jadi perbincangan publik, karena skandal perselingkuhan. Bermain dalam judul sinetron yang sama, keduanya masih muncul di layar kaca.
Diamnya Syahnaz dan Rendy yang belum juga memberi klarifikasi membuat spekulasi publik pun semakin berkembang. Terbaru, warganet bahkan meminta agar keduanya diboikot dari televisi.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun buka suara terkait pemboikotan Syahnaz dan Rendy. Menurut mereka, KPI tidak berwenang untuk memboikot seorang artis tampil di televisi.
"Perlu saya sampaikan bahwa tugas KPI itu tidak untuk memboikot artis-artis, sepenuhnya ini adalah kewenangan lembaga televisi atau radio untuk mengontrak artis tersebut," ujar Aliyah, anggota pengawas isi siaran KPI, melansir YouTube CumiCumi, Kamis (29/6/2023)
Aliyah juga bicara mengenai program infotainment yang memberitakan perselingkuhan Syahnaz dan Rendy. Ia menyebut sudah ada aturan yang mengatur, dan program tersebut hanya perlu mengikutinya.
"Jadi, kalau infotainment menayangkan yang sifatnya perselingkuhan atau perceraian, tetap mengikuti rule-rule yang ada," jelasnya.
Lebih lanjut mengenai isu perselingkuhan Syahnaz dan Rendy, pihak KPI hanya bisa mengingatkan jika yang bersangkutan, mengingat posisinya sebagai artis, seharusnya bisa memberi contoh baik ke masyarakat.
"Menyikapi kasus S dan R yang diduga selingkuh, kami memahami emosi masyarakat karena keduanya adalah public figure," ujar Aliyah.
"Kami berharap public figure itu harus memberikan contoh yang baik pada masyarakat," pungkasnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu yang Cocok untuk Musim Hujan, Sudah Persiapkan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN