Lifestyle / Komunitas
Selasa, 19 Mei 2026 | 11:40 WIB
ilustrasi Hari Kebangkitan Nasional (Pexels/Ruly Nurul Ihsan)
Baca 10 detik
  • Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei.
  • Hari ini untuk mengenang berdirinya organisasi Budi Utomo di Batavia tahun 1908.
  • Organisasi Budi Utomo didirikan mahasiswa STOVIA sebagai wadah perjuangan modern.

Suara.com - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Peringatan ini bukan sekadar hari libur atau seremonial tahunan, melainkan momen refleksi mendalam tentang akar semangat nasionalisme, persatuan, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Lantas, mengapa tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional?

Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang dianggap sebagai titik awal kebangkitan kesadaran nasional di tengah penjajahan Belanda.

Latar Belakang Lahirnya Budi Utomo

Pada awal abad ke-20, Hindia Belanda berada di bawah sistem kolonial yang menindas. Rakyat pribumi mengalami diskriminasi, eksploitasi ekonomi, dan pembatasan akses pendidikan.

Namun, kebijakan Politik Etis yang diterapkan pemerintah kolonial—meski dengan motif tersendiri—membuka peluang pendidikan bagi sebagian pemuda pribumi.

Salah satu lembaga pendidikan penting adalah School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), sekolah kedokteran untuk bumiputera di Batavia (sekarang Jakarta).

Di sinilah peran Dr. Wahidin Sudirohusodo, seorang alumni STOVIA, menjadi sangat penting. Ia aktif berkeliling Jawa untuk menggalang dana beasiswa bagi pelajar pribumi yang berprestasi namun kurang mampu.

Baca Juga: Bukan Libur Nasional, Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 Apakah Wajib Upacara?

Gagasan ini kemudian diterima oleh sekelompok mahasiswa STOVIA, termasuk dr. Soetomo beserta kawan-kawannya seperti Soeradji, Goenawan Mangoenkoesoemo, dan lainnya.

Pada 20 Mei 1908, di ruang anatomi STOVIA, mereka mendirikan Budi Utomo (Budi yang Luhur). Organisasi ini awalnya bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan, bukan politik langsung, dengan tujuan memajukan pendidikan, pertanian, peternakan, dan kebudayaan bangsa.

Nama "Budi Utomo" mencerminkan cita-cita mulia untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Dalam waktu singkat, organisasi ini berkembang pesat, mencapai ribuan anggota dan menginspirasi lahirnya organisasi-organisasi lain seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, dan akhirnya memuncak pada Sumpah Pemuda 1928.

Budi Utomo menjadi pionir pergerakan modern yang mengubah cara berjuang dari perlawanan fisik sporadis menjadi perjuangan terorganisir melalui pendidikan dan kesadaran kolektif.

Penetapan sebagai Hari Kebangkitan Nasional

Load More