Serang Suara - Polisi telah berhasil menangkap si kembar Rihana dan Rihani, yang menjadi tersangka dalam kasus penipuan jual beli iPhone. Kedua tersangka akan dijerat dengan beberapa pasal tindak pidana atas kejahatan mereka.
Dalam sebuah konferensi pers yang dipimpin oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, tim penyidik mengungkapkan bahwa Rihana dan Rihani berpotensi terlibat dalam kejahatan kriminal lain selain penipuan.
Jika terbukti menggunakan modus penipuan jual beli iPhone harga murah sebagai mata pencaharian, keduanya dapat menghadapi hukuman yang lebih berat.
Selain itu, Rihana dan Rihani juga akan dikenai pasal pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena melakukan penipuan melalui media sosial.
"Ada juga kemungkinan bahwa mereka terlibat dalam pencucian uang," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi.
Hidup Nomaden Hindari Kejaran Polisi
Penangkapan terhadap Rihana dan Rihani dilakukan oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di sebuah apartemen di Gading Serpong, Tangerang Selatan.
Selama ini, Rihana dan Rihani selalu berpindah-pindah tempat tinggal untuk mengelabui polisi.
"Mereka itu nomaden tinggalnya agar dapat menghindari kejaran polisi," cakap Kombes Hengki Haryadi.
Baca Juga: Panji Gumilang Akui Pernah Dihukum 10 Bulan, Lantas Bagaimana Tentang Penistaan Agama?
Jumlah Korban Penipuan Si Kembar Rihana dan Rihani
Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki jumlah korban penipuan atas si kembar Rihana dan Rihani.
Untuk memastikan jumlah korban penipuan atas tindak kejahatan Rihana dan Rihani, tim Polda Metro Jaya bekerja sama dengan tim Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk melacak aliran dana yang terhubung dengan tersangka penipuan jual beli iPhone.
"Selain mencari bukti pelanggaran hukum, penelusuran rekening juga dapat membantu mengidentifikasi korban-korban lain yang belum melapor ke polisi," ungkapnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap Rihana dan Rihani, tim Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa mereka memulai kejahatan dengan menjual iPhone dengan harga yang sangat murah.
Namun, permintaan terus meningkat sehingga mereka kesulitan memenuhi permintaan tersebut. Akibatnya, Rihana dan Rihani memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi karena mereka dikejar para korban alias kustomer, termasuk yang telah melaporkan mereka ke polisi.
Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa kemungkinan ada lebih dari 18 korban dalam kasus ini, dan ini menjadi petunjuk bagi tim penyidik bahwa tersangka selalu menggunakan transaksi perbankan dalam setiap transaksi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Libur Lebaran 2026, BRI Pastikan Nasabah Tetap Bisa Bertransaksi dengan Aman
-
Hadapi Lonjakan Transaksi Lebaran, BRI Optimalkan Kantor Cabang dan Layanan Digital
-
BRI Siapkan Layanan Perbankan Selama Libur Lebaran 2026, 186 Kantor Cabang Tetap Beroperasi
-
1 Tahun Danantara Indonesia, PLN Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Negeri
-
Energi Ramadan Penuh Harapan, Pertamina Salurkan Santunan bagi 29.000 Anak Yatim
-
Pasokan Energi Ramadan-Idulfitri Aman, Kementerian ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari