Anggota Tim Delapan Koalisi Perubahan dan Persatuan yang juga Juru Bicara Anies Baswedan, Sudirman Said, melontarkan kritik terhadap polemik yang berkembang mengenai Jakarta International Stadium (JIS) dan menegaskan pentingnya fokus pada olahraga.
Sudirman Said menyindir persepsi negatif yang timbul dari publik, termasuk netizen, yang seolah-olah ada upaya pengepungan atau downgrading secara sistematis terhadap apa yang telah dicapai oleh Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap politik yang dijalankan secara tidak proporsional.
Dalam wawancara di kanal YouTube Hersubeno Point yang dikutip pada Kamis, 6 Juli 2023, Sudirman Said menegaskan bahwa meskipun tidak ada yang sempurna, perbaikan memang diperlukan.
"Bahwa memang segala sesuatu tidak ada yang sempurna sehingga perlu ada perbaikan iya tapi kalau kemudian angelnya selalu dikaitkan dengan politik itu kemudian menurut saya kita patut prihatin," kata Sudirman Said.
Sudirman Said bahkan merasa heran mengapa pemerintah tidak memulai evaluasi stadion dari Kanjuruhan, Malang, yang terbukti mengalami tragedi dengan korban jiwa yang tak sedikit. Sudirman Said menyoroti bahwa stadion seperti Kanjuruhan adalah tempat yang pantas untuk mendapatkan perhatian perbaikan karena kesalahan yang jelas terjadi di sana.
"Kalau perspektif memperbaiki stadion dari sana (Kanjuruhan) kan asyik karena terbukti ada kecelakaan. Terbukti sesuatu yang salah sehingga kita ingin angkat Kanjuruhan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sudirman Said menyindir cara pemerintah, terutama Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dalam merencanakan renovasi JIS. Menurutnya, akan lebih baik jika seluruh stadion dikunjungi dan dibuat perbandingan. Setelah itu, informasi mengenai perbaikan yang diperlukan, baik perbaikan ringan, menengah, atau berat, dapat dijelaskan kepada publik secara transparan.
"Ini kan seperti ada suatu orkestrasi pertunjukan seolah-olah JIS itu bermasalah dari dulu soal akses ternyata jawabannya ada," ujarnya.
Selain itu, Mantan Menteri ESDM Sudirman Said itu kembali menegaskan bahwa JIS, yang dibangun saat Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, telah menerapkan standar dan desain internasional. Menurutnya, stadion ini memenuhi standar yang diterapkan di negara maju yang sudah memenuhi syarat dari FIFA sebagai organisasi sepak bola dunia.
Baca Juga: Tingwe Bikin Hemat! Labuhan Angin Tembakau Gunungsitoli Sediakan Rokok Linting Tembakau Berkualitas
"Tapi, ujungnya ternyata soal rumput. Menurut saya, cukup mengejutkan kalau hanya seperti itu," lanjut dia.
Baginya, FIFA seharusnya menjadi otoritas yang menentukan standar, bukan pemerintah yang memutuskan apakah rumput harus diganti. Sudirman Said berpendapat bahwa cara terbaik adalah jika FIFA menilai stadion tersebut dan kemudian hasil evaluasi tersebut disampaikan kepada pihak yang berwenang. Ia percaya bahwa pendekatan seperti ini lebih baik dan lebih dapat diterima.
Selain itu, Sudirman Said mengingatkan pentingnya memilah-milah dalam kehidupan, di mana setiap masalah harus dilihat secara terpisah tanpa selalu dikaitkan dengan politik. Ia menekankan bahwa olahraga harus dipisahkan dari aspek politik, dan bahwa kita harus kembali pada esensi olahraga itu sendiri, yaitu sportivitas.
"Hidup itu harus dipilah-pilah, bahwa olahraga ya olahraga, kesenian ya kesenian, pembangunan konstruksi ya konstruksi. Jangan semua dikaitkan dengan politik," kata mantan Direktur Utama PT. Pindad itu.
Sudirman Said berharap agar fokus kembali pada olahraga sebagai persiapan Piala Dunia U-17 akhir tahun ini. Dengan harapan agar polemik seputar JIS dapat diselesaikan dengan kembali memprioritaskan olahraga dan menjaga sportivitas, tanpa terus membawa isu politik ke dalamnya.
"Mudah-mudahan dengan kita kembali ke esensinya olahraga yaitu olahraga harus dibawa kepada sportivitas bukan karena aspek-aspek politik," kata dia.
Diketahui sebelumnya, Pemerintah berencana akan melakukan renovasi Jakarta International Stadium (JIS) tapi ujungnya rumput yang diganti karena dinilai tak sesuai standar layak. Pernyataan tersebut membuat orang-orang yang berada di Circle Anies Baswedan pun merasa geram dengan cara pemerintah yang seolah ingin merendahkan kinerja mantan orang nomor satu di DKI tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Mau Kayak Liverpool? Pro Kontra Jersey Baru Arema FC Cantumkan Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan
-
Banyak yang Tidak Tahu, Indra Sjafrie saat Ini Tak Lagi Melatih Timnas U-23
-
Alasan Rumput Jakarta International Stadium (JIS) Tak Sesuai Standar FIFA
-
Satir Rocky Gerung Soal Rumput Stadion JIS: Cemas Kalah, Rumput Pun Dibongkar
-
Terhimpit Masalah Ekonomi, Cipto Raharjo Pria Berbobot 200 Kilogram Asal Tangerang Kondisi Kesehatannya Memprihatinkan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123