Perseteruan antara eks drumer Kotak Posan Tobing dan mantan rekannya di band tersebut masih memanas. Terbaru Posan menyebut bassis Kotak Chua kemampuan bermain musiknya kala itu tidak layak untuk bergabung dengan Kotak.
"Chua, ini buat Chua ya, lu masuk Kotak jujur aja ya Chua, kalau kita bicara flashback yang dulu, kalau bukan Ices basist Kotak pertama yang referensi lu, lu bukan pilihan gue," kata Posan Tobing ke Uya Kuya dikutip dari TikTok @duniabaru.ku, Kamis (13/7/2023).
Posan menyebut teknik bermain Chua dulu masih sangat amatir untuk bermain dengan band Kotak. Sementara dia dengan rekannya yang lain di Kotak bermain dengan teknik.
"Gue lahir dari festival, artinya tuh kita semua di dalam sana technical (cara bermain musik), lu (Chua) nggak pada waktu itu," ujarnya.
Posan Tobing menyebut Chua menarik karena dia seorang perempuan dan bisa memainkan alat musik bass. Menurutnya saat itu jarang perempuan bisa bermain bass ditambah fisik Chua yang cantik.
"Tapi gue juga ngelihat, gue akhirnya menyetujui lu karena gue lihat lu punya faktor x," katanya.
"Cewek cantik, lu bisa diidolain banyak orang," ujar dia lagi.
Meski demikian Posan yakin saat ini kemampuan teknik Chua sudah berkembang jauh berbeda saat diawal dia bergabung dengan Kotak. Sayangnya, opini Posan itu menuai komentar miring warganet.
"Yang membuat Kotak eksis sampai sekarang Tantri, Chua, Cella," komentar @ich***.
Baca Juga: Lady Nayoan Ungkap Rasanya Kembali Jadi Single: Menikmati Kebebasan
"Abang yang keluar band, abang yang sibuk," balas @ang***.
"Inti permasalahan adalah uang," @bro*** menimpali.
"Aslinya sih pengin gabung lagi ini," @pej*** menambahkan.
Diketahui, perseteruan antara Posan Tobing dengan vokalis Kotak Tantri belum berakhir. Posan yang awal mulanya mempermasalahkan hak royalti mengungkit masa lalu mereka.
Tantri Kotak juga awal bergabung di band disebut memiliki wajah mirip pembantu oleh Posan.
Berita Terkait
-
Posan Tobing Remehkan Permainan Bass Chua Kotak, Cuma Modal Cewek Cantik
-
Posan Tobing Ungkit Tantri Kotak yang Pernah Dibilang Mirip Pembantu, Netizen: Urusan Royalti Kok Jadi Hina Fisik?
-
Mukanya Diledek Mirip Pembantu, Tantri Kotak Ditagih Posan Tobing Jasa Pasang Badan
-
Yasonna Laoly Serang Tio Pakusadewo Soal Anak Menteri Monopoli Bisnis di Lapas
-
Ketemu Pelaku Bom Bali, Tio Pakusadewo Takut Akan Tuhan Hingga Anak Menteri Pakai Lapas Buat Bisnis
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring