Serang.suara.com - Pasca Menpora Dito Ariotedjo sebut sejumlah harta miliknya merupakan hadiah bikin KPK curiga. Kecurigaan itu pun setelah menilik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Informasi orang dalam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memanggil Menpora Dito Ariotedjo, saat ini sedang didiskusikan sebut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Rabu (19/7/2023) malam.
Jajaran Direktorat Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendiskusikan terkait pemanggilan kepada Dito dengan nama lengkap Ario Bimo Nandito Ariotedjo buat berikan klarifikasi sumber kekayaan.
Menukil dari LHKPN, Dito Ariotedjo melaporkan harta kekayaannya senilai Rp 282 miliar tertanggal laporan 12 Juli 2023.
Secara rinci harta kekayaan Dito berupa aset empat bangunan rumah, satu mobil seharga Rp 162 miliar yang kemudian diklaim sebagai hadiah. Itu yang kemudian dasar KPK akan selidiki sumber harta Menpora Dito Ariotedjo.
"Saya diskusi dulu dengan tim ya (untuk pertimbangan memanggil Dito)," ujar Pahala Nainggolan.
Menurut Pahala Nainggolan bahwa tiap penyelenggara negara atau pejabat pemerintah tidak harus lampirkan dari mana asal harta kekayaan. Hanya saja bagi Komisi Pemberantasan Korupsi sangat perlu dan akan memintanya.
Sebelumnya mengutip Serang.suara.com bahwa Menpora Dito Ariotedjo yang sedang memperjuangkan perhelatan Piala Dunia U-17 bersama Ketua PSSI Erick Thohir mengaku, kalau ia sudah menyerahkan lampiran bukti sumber harta kekayaan miliknya.
Lampiran bukti itu seirama dengan pelaporan harta kekayaan dalam pelaporan LHKPN ke KPK. Ini yang kemudian ia heran dan membuat kaget KPK juga, lantaran sebagian harta Dito disebut 'hadiah'.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Mengaku Begini Soal Pertemuan Aktivis 98' Budiman Sudjatmiko dan Prabowo Subianto
Dito merasa harta kekayaannya yang fantastis mencapai Rp 298,51 miliar ini menjadi perbincangan karena latar usia dirinya yang masih muda. Padahal harta tersebut sebagian besar bersumber dari hadiah orang tua.
"Ini menjadi ramai mungkin karena fantastis angkanya dan saya masih muda, namun kita kan tidak bisa milih lahir dari mana," kata Ario Bimo Nandito Ariotedjo, kutip Serang.suara, Rabu (19/7/2023).
Ia pun heran dengan adanya permintaan lampiran bukti dari KPK terhadap sumber harta, "Itu sudah diberikan dan diinput saat pelaporan kok. Jadi waktu kita input data pelaporan semua sertifikat dan bukti otomatis wajib diserahkan," papar Dito. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar