Serang.suara.com - Kabasarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi dan Letkol Afri Budi Cahyanto dihadapkan pada 43 pertanyaan oleh penyidik Puspom TNI terkait dugaan kasus suap dalam pengadaan barang.
Proses pemeriksaan masih berlangsung hingga malam ini kata Danpuspom TNI, Marsekal Muda TNI Agung Handoko, dalam konfrensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (31/7/2023).
Marsekal Muda Agung Handoko mengurai bahwa kedua tersangka telah memberikan keterangan mengenai perkara tersebut di Basarnas.
"Informasi yang kami dapatkan dari ABC sudah sejalan dengan hasil penyelidikan pihak swasta. Sedangkan pemeriksaan terhadap HA masih berlangsung, namun arah penyelidikannya sudah sejalan," ungkapnyadi Mabes TNI, Jakarta Timur.
Perlu diingat bahwa saat ini, Henri Alfiandi dan Afri Budi Cahyanto telah resmi menjadi tersangka dalam kasus ini.
Mereka akan terus diperiksa untuk mengungkap seluruh fakta terkait dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa di Basarnas.
Dugaan Suap Henri & Afri Capai Puluhan Miliaran Rupiah
Diketahui bahwa Henri dan rekannya, Afri Budi Cahyanto, telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penerimaan suap. Saat dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), penyidik berhasil menemukan uang tunai sebesar Rp 999,7 juta yang diduga berasal dari suap. Selain itu, keduanya juga diduga menerima suap lainnya senilai Rp 4,1 miliar.
Penerimaan suap ini diduga terkait upaya untuk memenangkan kontrak pengadaan beberapa peralatan, antara lain peralatan pendeteksi korban reruntuhan senilai Rp 9,9 miliar, public safety diving equipment senilai Rp 17,4 miliar, dan ROV untuk KN SAR Ganesha (Multiyears 2023-2024) senilai Rp 89,9 miliar.
Para pemberi suap yang terlibat dalam kasus ini adalah tiga petinggi perusahaan, yaitu Komisaris Utama PT MGCS (Multi Grafika Cipta Sejati) bernama Mulsunadi Gunawan, Direktur Utama PT IGK (Intertekno Grafika Sejati) bernama Marilya, dan Direktur Utama PT KAU (Kindah Abadi Utama) bernama Roni Aidil.
Baca Juga: Puspom TNI Tetapkan Kabasarnas dan Bawahannya sebagai Tersangka Suap
Menurut informasi yang diungkap dan hasil penyidikan KPK selama periode 2021 hingga 2023, juga terbukti bahwa Kabasarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi dan Letkol Afri Budi Cahyanto diduga menerima suap sejumlah Rp 88,3 miliar terkait pengadaan barang dan jasa lainnya. [*]
Tag
Berita Terkait
-
Soal Dugaan Adanya Tekanan Usai Kasus Basarnas, KPK akan Aktifkan Kembali Layanan Panic Button!
-
Alasan Dampingi Istri Pengobatan, Eks Mendag Muhammad Lutfi Minta Kejagung Tunda Pemeriksaan Kasus Korupsi CPO
-
Kepala Basarnas Henri dan Letkol Afri Masih Diperiksa Hingga Malam Ini, Dicecar Puluhan Pertanyaan soal Kasus Suap
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Novel Insiden Berdarah: Saat Misteri Menyeret Isu Sosial ke Permukaan
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Anime Super Psychic Policeman Chojo Ungkap Karakter Utama, Tayang Oktober
-
Timnas Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dibantai Jepang
-
Baru! Grammy Awards Tambah Kategori Best Asian Pop Music Mulai 2027
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Kuota 11 Pemain Asing di Super League Tak Berubah, League Cup Masih Jadi Tanda Tanya
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga