Serang.suaracom - Hari Raya Galungan adalah salah satu perayaan penting dalam agama Hindu yang dirayakan oleh masyarakat Bali, Indonesia. Pada tahun 2023, perayaan ini jatuh pada tanggal 2 Agustus.
Hari Raya Galungan adalah momen penting bagi umat Hindu Bali untuk memperingati kemenangan Dharma (kebenaran dan keadilan) melawan Adharma (ketidakbenaran dan ketidakadilan) dalam kehidupan.
Perayaan Galungan bermula dari kisah mitologi Hindu mengenai perang antara kebaikan dan kejahatan, yang dikenal sebagai "Perang Bhatara Sakti" atau "Perang Indra dan Mayadenawa". Kisah ini muncul dalam kitab suci Hindu, yaitu Mahabharata dan juga Babad Bali.
Dalam cerita tersebut, Mayadenawa adalah seorang raja jahat yang memiliki kekuatan dan mencoba menghancurkan kebenaran serta mengganggu keseimbangan alam.
Ia melarang penduduk Bali untuk melakukan persembahyangan dan memuja para dewa.
Dalam upaya untuk menghentikan kejahatan Mayadenawa, para dewa berkumpul dan memilih Dewa Indra sebagai pemimpin untuk melawan raja jahat tersebut.
Setelah pertempuran sengit, akhirnya Dewa Indra berhasil mengalahkan Mayadenawa dan mengembalikan kebenaran (Dharma) serta keseimbangan alam di Bali.
Makna dan Tradisi Perayaan Galungan
Perayaan Hari Raya Galungan menjadi peringatan kemenangan Dharma atas Adharma. Selain itu, juga menjadi waktu untuk menghormati leluhur dan roh para leluhur yang kembali ke dunia pada hari Galungan.
Baca Juga: Bikin Ngilu! Pria 'Ketelan' Motor Sendiri Gegara Sarungan: Ya Allah Selamatkan Aset Saudaraku
Selama perayaan ini, umat Hindu Bali melakukan serangkaian ritual dan kegiatan religius.
Salah satu aspek utama perayaan ini adalah penempatan "penjor" di depan rumah-rumah dan tempat umum. Penjor adalah tiang bambu yang dihias dengan berbagai anyaman janur (daun kelapa) dan hiasan lainnya.
Penjor melambangkan Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali yang dianggap sebagai tempat tinggal para dewa.
Pada Hari Raya Galungan, umat Hindu Bali juga mengunjungi pura (tempat ibadah Hindu) untuk bersembahyang dan memohon berkah.
Selain itu, mereka juga melakukan "ngelawang," yaitu berkeliling desa atau kota dengan membawa gamelan dan menampilkan tarian tradisional sebagai ungkapan kegembiraan.
Makanan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Beberapa hidangan khas seperti "ayam betutu" (ayam yang dimasak dengan rempah-rempah dan dibungkus daun pisang), "lawar" (makanan tradisional Bali yang terbuat dari sayuran dan daging cincang), dan "jaja" (makanan manis seperti kue-kue tradisional) disajikan dalam jumlah besar selama perayaan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
Terkini
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?
-
Bantah Hoaks Penolakan, Habiburokhman Tegaskan DPR 'Gaspol Pakai Turbo' Bahas RUU Perampasan Aset
-
Sekolah Rakyat Siap Difungsikan, Tumbuhkan Harapan untuk Cetak Generasi Unggul
-
Pemprov Riau Imbau ASN Pria Antar Anaknya ke Sekolah di Hari Pertama
-
Strategi Suzuki Pertahankan Pesona Jimny Lewat Paket Modifikasi Ikonik
-
Bek Prancis Ibrahima Konate Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Parfum Vitalis Apa yang Best Seller? Ini 3 Pilihan Murah tapi Wanginya Gak Murahan
-
Pertama Kali Berangkat dari Stasiun Gambir? Ini 7 Hal yang Sering Buat Bingung dan Jawabannya
-
Denis Kolinger Ungkap Alasan Pilih Persija Jakarta, Nama Marko Simic Jadi Faktor Tak Terduga
-
Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB