/
Senin, 14 Agustus 2023 | 16:57 WIB
Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster dan Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono saat ditemui pada Senin (14/8/2023) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Suara Serang - Wayan Koster, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Bali menyambut baik koalisi partai antara Golkar, PAN, PKB dan Gerindra.

Kendati demikian, ternyata di Bali melahirkan faksi yang membuat fraksi-fraksi yang berseberangan, yakni koalisi PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersuara.

Wayan Koster mencatat bahwa aliansi politik yang ada masih dapat berkembang tergantung pada keadaan yang sedang berlangsung.

"Saya yakin ini masih sangat akan dipengaruhi oleh beberapa kontestasi calon presiden ini serta cawapresnya, dan bisa saja situasinya berubah," tuturnya, Senin 14 Agustus 2023.

Dari sudut pandangnya, perubahan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden yang dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 hingga 25 November 2023 berpotensi menimbulkan pergeseran lanskap politik yang ada.

Ia mencontohkan kemungkinan perubahan posisi calon presiden atau wakil presiden mengubah aliansi politik saat ini.

Meski demikian, ia tetap yakin koalisi pendukung Ganjar Pranowo, yakni PDI Perjuangan, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura, akan tetap solid mendukungnya.

"Saya yakin hal ini masih akan sangat dipengaruhi oleh berbagai kontestasi capres dan cawapres ini, dan situasi memang bisa berubah," jelasnya.

Penyampaian terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Muhamad Mardiono memandang pembentukan koalisi baru sebagai kejadian normal di negara demokrasi.

Baca Juga: Gerindra Sumut Gembira Usai Golkar dan PAN Dukung Prabowo Subianto, Misinya Ini

Ia juga meyakini, setelah terbentuknya koalisi, kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihannya untuk pemilu mendatang akan meningkat.

"Ini semata-mata bertujuan untuk membangun jalur politik yang dihadirkan kepada rakyat, agar mereka lebih mudah mengambil keputusan," ungkapnya.

"Karena semua partai kini telah bergabung dalam koalisi ini, tidak ada lagi yang perlu ditunggu rakyat," sebut Mardiono di sela-sela pertemuan, Senin (14/8/2023).

Bukan itu saja, bahwa terdapat sembilan partai parlementer menyatakan sikap untuk pemilihan umum mendatang di 2024.

Terberitakan sebelumnya, selain koalisi pendukung Prabowo Subianto, hadir pula dua fraksi lainnya.

Yakni koalisi pendukung Ganjar Pranowo yang terdiri dari PDI Perjuangan, PPP, Partai Perindo, dan Partai Hanura.

Load More