Suara Serang - Berita terbaru tewasnya pemuda Aceh Imam Masykur terus bergulir. Menurut keterangan sepupu korban, Said Sulaiman 32 tahun kalau korban sudah berulang kali kena culik.
Ketika itu kata Said Sulaiman, kalau Imam Masykur sebelum meninggal pernah diculik oleh orang tidak dikenal.
"Dihajar dulu baru minta tebusan," kata Said kepada jurnalis saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (29/8/2023).
Kala itu Imam bekerja di toko milik orang, ia tukang jaga sekaligus menjual barang-barang kosmetik.
Belum lama berada di Jakarta ia sudah kena culik lalu dibawa ke dalam mobil.
"Baru dua bulan di Jakarta bekerja di toko kosmetik milik orang, ia kemudian diculik. Tidak lama usai kena culik dibebaskan setelah adanya uang tebusan Rp 15 juta," beber kerabat Imam Masykur.
Adapun jenazah Imam Masykur dibuang di Purwakarta, jasadnya ditemukan di Sungai Karawang. Sebelum jenazah itu ditemukan, ternyata kena culik duluan.
Imam merupakan pemuda Aceh yang merantau ke Jakarta buat menghidupi anggota keluarga di kampung halaman, bukan kali pertama kena culik.
Peristiwa penculikan kali kedua terjadi belum lama ini, yang diduga melibatkan Praka RM bersama dua rekannya yang katanya sesama anggota.
Baca Juga: Motif Paspampres Praka RM Cs Culik dan Aniaya Pemuda Aceh Masih Lidik, Pomdam Jaya Dalami
Praka RM merupakan anggota Paspampres (salah satu dari Badan Pelaksana Pusat Tentara Nasional Indonesia-red). Kini sedang menjalani pemeriksaan di Pomdam Jaya Jakarta, guna mendalami motif aksi kejahataan oknum prajurit TNI itu.
Setahu abang apakah sama pola dari penculikan yang kali kedua ini, seperti kata abang sebelumnya? Said menjawab, kalau motif penculikan terhadap Imam hampir mirip-mirip.
Kalau dulu kerja sama orang kena culik juga, sekarang punya usaha sendiri walau kecil-kecil kena culik.
"Kalau saya melihat sama bang, dipukul dulu kemudian dihajar dalam mobil, nah baru minta tebusan," jelas Said Sulaiman kepada jurnalis.
Masih kata kerabat korban, kalau kali pertama kena culik itu memang tidak melapor ke kantor polisi. Lantaran telah diberi uang tebusan Rp 15 juta dan dibebaskan.
"Engga sempat, kan memang engga lama langsung dilepas usai cek kiriman," ucap juru kunci tewasnya Imam Masykur. [*]
Berita Terkait
-
Selain Kakak Ipar Praka RM, Polisi Tangkap Dua Pelaku Lain Kasus Imam Masykur, Ini Perannya!
-
Imbas Aksi Keji Praka RM Aniaya Imam Masykur, Komisi III Usul Ada Evaluasi Seleksi Masuk Paspampres
-
Viral Video Orang Dicambuk Dalam Mobil, Danpomdam Jaya: Hoaks! Tak Ada Kaitan dengan Kasus Penganiayaan Imam Masykur
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?