Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar seminar nasional bertajuk "Pesisir Tangguh untuk Indonesia Maju" di Gedung Heritage Kemenko PMK, Jalan Merdeka Barat no 3, Jakarta Pusat, Rabu (13/09/2023). Dalam sambutannya Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan masih banyaknya persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah terkait masalah pesisir dan kelautan.
Pada kesempatan tersebut Menko PMK juga mengaku bertanya pada Panglima TNI perihal Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang belum berjalan sesuai prosedur.
"Saya kemarin tanya sama Panglima, itu jalan enggak itu (ALKI) itu. Ya teorinya ada tapi sebetulnya praktiknya prosedur-prosedur enggak jalan. Karena kalau jalan itu juga agak memberatkan Indonesia, karena Indonesia itu harus menjamin keamanan kapal siapa yang melewati itu" kata Muhadjir Effendy dalam sambutannya di Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (12/9/2023).
Menko PMK menyinggung peran Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Kerja 2014-2019 Susi Pudjiastuti yang hadir menjadi salah satu pembicara seminar tersebut.
"Konsekuensi kita negara besar, negara yang luas terbentang luas dan banyak kepulauan dan laut. Itu nanti saya kira Bu Susi akan banyak cerita tentang bagaimana tata kelola," pungkas Muhadjir.
Namun, Muhadjier mengaku bersyukur Indonesia sebagai negara kepulauan pada saat Pandemi Covid-19 lalu.
"Saya kira, di kita justru diuntungkan dalam penanganan Covid itu karena kita negara kepulauan. Jadi kita kemarin bisa pastikan kalau Jakarta kena nanti sebulan lagi baru Sulawesi kena, sehingga kita menanganinya bisa mudah," tutur Muhadjir.
Sementara itu, Susi Pudjiastuti yang tampil setelah Muhadjier Effendy mengatakan bahwa pemerintah harus mengeluarkan regulasi dan kebijakan yang menguntungkan masyarakat pesisir. Wanita asal Pangandaran, Jawa Barat itu pun membandingkan saat dirinya menjabat menteri kelautan di Kabinet Kerja lalu.
"Memudahkan mereka melakukan usaha hanya di pesisir, ikan, wisata, bebaskan mereka dari izin-izin. Dulu di zaman saya, kapal di bawah 10 GT tidak perlu izin,” ucap Susi di lokasi.
Baca Juga: Gisel Beberkan Pemicu Perceraiannya dengan Gading Marten, Beda Keyakinan Jadi Biang Kerok?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim