/
Minggu, 27 Agustus 2023 | 18:49 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy Saat Pawai Budaya Reog (SuaraSerang/Anhar Rizki Affandi)

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar pawai budaya kesenian  tradisional asal Ponorogo, Reog, Minggu, (27/8/2023). Pawai yang diikuti puluhan seniman reog dimulai dari Perpustakaan Nasional (perpusnas) di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat dan berakhir di halaman kantor Kemenko PMK Jalan Merdeka Barat.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, tujuan dari digelarnya pawai tersebut adalah untuk membuktikan keseriusan pemerintah mendaftarkan Reog ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda dunia. 

"Sekarang tinggal berdoa, mudah-mudahan apa yang telah diupayakan oleh pak dirjen kebudayaan supaya Reog Ponorogo segera dapat pengakuan warisan budaya tak benda dunia ini bisa segera terpenuhi," ujar Muhadjir di Kemenko PMK.

Kemenko PMK Gelar Pawai Budaya Reog (sumber: SuaraSerang/Anhar Rizki Affandi)

"Ini adalah untuk menunjukkan bahwa kesungguhan kita dan kelayakannya Reog Ponorogo untuk diakui oleh UNESCO itu," tambahnya.

Pawai tersebut dimeriahkan oleh kurang lebih 1000 peserta dengan berbagai penampilan kesenian, baik yang sudah merupakan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO (Tari Bali, Pencak Silat, Tari Saman, dan Angklung).

Kemenko PMK Gelar Pawai Reog Ponorogo (sumber: SuaraSerang/Anhar Rizki Affandi)

Selain itu juga menghadirkan Gerakan Minum Jamu Bersama yang mana Jamu segera akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, serta penampilan para perempuan berkebaya, dan Musik Dangdut yang juga akan diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. 

Load More