/
Senin, 16 Oktober 2023 | 00:30 WIB
Rayyanza alias Cipung bersama dengan Sus Rini saat mencuci tangan dengan Lifebuoy dalam peringatan hari Cuci Tangan se-Dunia di Jakarta, Minggu (15/10/2023). (Dok. Lifebuoy/Suara Serang)

Suara Serang – Menyambut Hari Cuci Tangan Sedunia yang dicanangkan PBB setiap tanggal 15 Oktober, Lifebuoy menggelar acara seru untuk menyebarluaskan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di 5 Momen Penting. 5 momen penting itu diantaranya, sebelum makan, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, setelah dari toilet, dan setelah bepergian, dengan cara yang kreatif dan menyenangkan bagi anak, yaitu bermain. 

Acara yang berlangsung selama 2 hari yakni 14-15 Oktober 2023 di Cilandak Town Square ini sebuah playground berupa kastil interaktif yang mengajak anak bermain sambil berpetualang melawan kuman melalui beberapa tantangan seru dengan 4 board game.

Nantinya, board game ini akan didistribusikan secara gratis ke lebih dari 1.000 Sekolah Dasar yang terlibat di dalam Program Sekolah Sehat Unilever Indonesia untuk mendorong perubahan perilaku CTPS di 5 Momen Penting di sekolah.

Menteri Kesehatan RI, yang diwakili oleh drg. Widyawati, MKM selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa peringatan hari cuci tangan sedunia adalah momen untuk membiasakan cara hidup sederhana yang berdampak besar pada kesehatan. 

"Mencuci tangan dengan sabun tidak mengenal batas dan bersifat global sebagai panggilan kepada seluruh umat manusia untuk bersatu dalam upaya nyata mengurangi jumlah penyakit, menghentikan penyebaran wabah, dan memastikan masa depan yang lebih sehat untuk generasi mendatang", ujar sambutan drg. Widyawati mewakili Menkes Budi Gunawan Sadikin di Jakarta, Minggu (15/10).

Raffi Ahmad saat hadir dalam peringatan hari Cuci Tangan se-Dunia di Jakarta, Minggu (15/10/2023). (sumber: Dok. Lifebuoy/Suara Serang)

Dalam sambutan tersebut, Kementerian Kesehatan juga mengapresiasi Unilever Indonesia yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai program berkelanjutan untuk mendukung upaya memutus rantai penularan penyakit melalui berbagai kegiatan seperti kampanye, penggerakan dan penyediaan sarana prasarana pendukung perilaku cuci tangan pakai sabun kepada masyarakat Indonesia.

Disamping itu, Head of Skin Cleansing Unilever Indonesia, Erfan Hidayat mengatakan saat ini hanya 50% penduduk Indonesia yang berusia di atas 10 tahun yang melakukan CTPS. 

“Data menunjukkan, hanya 50% penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun yang melakukan CTPS di 5 momen penting. Di tengah berbagai acaman penyakit, khususnya yang mengintai anak, Lifebuoy – sahabat keluarga dalam memberikan perlindungan dari kuman dan menjaga agar anak tidak mudah jatuh sakit – terus melakukan edukasi kebiasaan CTPS secara berkelanjutan sejak 2004, salah satunya di Hari Cuci Tangan Sedunia yang kami peringati tiap tahunnya.” ungkap Erfan. 

Tak hanya itu, Pakar penyakit infeksi dan tropis anak Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M. TropPaed., juga mengatakan bahwa di Indonesia ada banyak infeksi penyakit menular yang belum sepenuhnya tertanggulangi, terutama yang menyerang anak.

Baca Juga: Ayah Ari Wibowo dan Ira Wibowo Meninggal Dunia, Zaskia Gotik Jual Rumah Murah

 “Misalnya, jumlah kasus diare pada anak tercatat masih sekitar 9,8% dan menjadi penyebab kematian anak tertinggi kedua setelah pneumonia. Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara hotspot yang berisiko tinggi terhadap kemunculan penyakit infeksi baru, sehingga kita harus waspada terhadap potensi penyakit menular di masa mendatang. Di tengah fakta ini, menurut teori Swiss Cheese Model for Infectious Disease, CTPS adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari ancaman penyakit infeksi, setelah vaksin,” terang Prof. Hinky. 

Berlandaskan hal tersebut, Unilever Indonesia menanggapi kekhawatiran itu melalui program-program yang dicanangkan oleh Lifebuoy. 

“Lifebuoy menyoroti kebiasaan CTPS yang mulai menurun pasca pandemi COVID-19. Kelengahan atau kejenuhan untuk terus melakukan CTPS membuat masyarakat – terutama anak-anak menjadi rentan menderita sakit akibat infeksi atau penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Kami percaya bahwa siaga lebih baik daripada mengobati, oleh karena itu di Hari Cuci Tangan Sedunia 2023 Lifebuoy mendorong urgensi CTPS di 5 Momen Penting melalui kebiasaan yang dekat dengan keseharian anak, yaitu bermain.” ujar Erfan. 

Hadir pula dalam acara tersebut artis Nagita Slavina, selaku Celebrity Mom bersama Raffi Ahmad dan anak bungsunya Rayyanza. Raffi dan Nagita ikut berbagi cerita terkait cara mereka dalam menjaga kesehatan keluarga khususnya untuk para anak-anak mereka. 

 “Aku sebagai ibu, pasti butuh banget support system dalam menjaga kesehatan keluarga. Senang sekali ada Lifebuoy yang selalu punya cara yang bisa menginspirasi aku untuk menanamkan kebiasaan CTPS pada Rafathar dan Rayyanza dengan cara seru. Selain jadi quality time dengan suami dan anak-anak, permainan-permainan yang dihadirkan Lifebuoy juga punya manfaat positif dan mereka jadi lebih excited untuk cuci tangan tanpa merasa sedang digurui", ungkap Nagita. [*]

Load More