Serang.suara.com - Di tengah pertumbuhan pesat industri pinjaman online, perlindungan konsumen menjadi fokus utama yang semakin mendesak dalam konteks sosial dan ekonomi. Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) RI, dengan dukungan Kabupaten Bogor, mengadakan Pesta Rakyat dan Pertunjukan Seni Budaya" yang bertemakan "Pelindungan Konsumen dalam Layanan Pinjaman Online.
Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam hal ini diwakili oleh Ketua Tim Informasi Maritim Direktorat IKPM, Yudi Syahrial mengatakan ada 3 unsur yang sangat penting yang penting untuk kita perketat dalam peredarannya seperti terkait data pribadi kita.
"Kita tidak bisa sembarangan membagikan data pribadi kita kepada orang lain. Kedua adalah Pinjaman Online Ilegal. Pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kemenkominfo dan Kepolisian tengah gencar memberantas maraknya Pinjaman Online ilegal. “Ketiga, dan sangat marak belakangan ini adalah judi online. Judi online di Indonesia sangat marak. Pemerintah sangat konsern terhadap pengaruh judi online di masyarakat. Ada sekitar 273 ribu platform judi online yang sudah kita tutup. Artinya komitmen pemerintah dan DPR RI sangat tegas terkait hal ini,” kata Yudi dalam keteranganya, Minggu, (22/10/2023)
DPR RI Komisi I, Anton Sukartono Suratto menuturkan bila mudahnya proses penyaluran pinjol ke nasabah semakin meringankan beban akan kebutuhan biaya yang cepat dan praktis. Namun masyarakat yang menggunakan jasa pinjol justru banyak mengeluh. Tingginya bunga yang ditetapkan oleh perusahaan pinjol membuat pada peminjam justru merasa kesulitan membayar.
"Belum lagi mereka harus menghadapi teror yang dibuat oleh perusahaan pinjol untuk menagih tunggakan. “OJK mencatat rentang tahun 2019-2021 setidaknya lebih dari 19.000 aduan masyarakat terkait pinjol legal maupun ilegal yang melakukan pelanggaran. Pada tahun 2021 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Kominfo memberhentikan setidaknya 270 aplikasi pinjol ilegal di Indonesia,” tambah Anton.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan pinjaman online telah meledak. Individu dan bisnis di seluruh Indonesia menggunakan platform ini untuk mendapatkan dana tambahan dalam waktu singkat. Namun, pertumbuhan pesat industri pinjaman online juga telah menimbulkan berbagai tantangan, termasuk praktik pinjaman yang tidak etis, tingginya suku bunga, dan penagihan agresif.
Perlindungan konsumen menjadi sangat penting dalam mengatasi masalah ini.
Acara ini akan menampilkan pertunjukan seni budaya lokal yaitu pagelaran wayang golek untuk memberikan informasi terkait pinjaman online melalui pendekatan yang kreatif sehingga memudahkan masyarakat dalam memahami konteks yang disampaikan
Seluruh masyarakat diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang bertujuan menciptakan perubahan positif dalam industri pinjaman online, melindungi konsumen, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Maraknya Judi Online menjadi salah satu penyebab masyarakat gemar melakukan pinjaman online. Masyarakat kebanyakan tidak memahami bahwa judi online adalah algoritma yang sudah di setting sedemikian rupa. Perbandingan kemenangan dibanding kekalahan tentu lebih besar kekalahan. Sehingga hal ini menimbulkan efek berantai yang saling berkaitan, antara Judi Online dengan Pinjaman Online.
Baca Juga: Alasan Ganjar Pranowo Batal Lari Pagi Menuju RSPAD
"Dengan adanya kegiatan “PESTA RAKYAT DAN SENI PERTUNJUKAN BUDAYA”, diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kelebihan dan kekurangan Pinjaman Online," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026