SuaraSoreang.id - Guna mengantisipasi penyebaran wabah demam berdarah (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mulai mengoptimalkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Priotaskan PSN dulu, pemberantasan sarang nyamuk," ucap Asep Surachman selaku Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Garut, Selasa (6/9/2022) dikutip dari Antaranews.
Selain itu, Asep juga mengajak kepada warga Garut untuk tetap membiasakan pola hidup sehat.
"Kemudian yang jelas adalah PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat," sambungnya.
Lebih lanjut Asep menjelaskan bahwa wabah DBD ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang seringkali berkembang biak di area genangan air di sekitar lingkungan.
Salah satu solusi yang dapat diambil untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti tersebut adalah dengan kegiatan PSN.
Kasus DBD di Garut selama tahun 2022 ini menurutnya sudah tersebar di 42 kecamatan dengan total kasus sebanyak 446 dan 6 orang diantaranya meninggal dunia.
Sementara di tahun 2021, ada sebanyak 1.014 kasus dengan 10 diantaranya meninggal dunia.
"2021 sebanyak 1.014 orang yang terkena DBD, di mana 10 di antaranya meninggal dunia," jelasnya.
Baca Juga: Luis Milla Tunjuk Irianto Menjadi Kapten
Menurutnya, kasus wabah DBD ini seringkali meningkat pada saat musim hujan, karena banyak genangan-genangan air yang dapat menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk aedes aegepti.
Selain kegiatan PSN, Dinkes Kabupaten Garut juga akan melakukan pengasapan atau fogging di daerah yang banyak terkena wabah DBD.
Pengasapan atau fogging ini hanya bersifat situasional, karena nyamuk bisa saja datang kembali.
"Ini (pengasapan) hanya bersifat sementara besok lusa pun bisa terjadi lagi atau kembali lagi nyamuknya, nah yang terpenting memang yang paling utama dan prioritas adalah bagaimana PSN yang lebih diprioritaskan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kelompok Cipayung Plus Bersama Masyarakat Garut Siap Lakukan Aksi Menolak Kenaikan Harga BBM
-
Agar Motor Tetap Prima saat Musim Hujan, Periksa 7 Bagian Ini agar Tidak Rewel di Jalan
-
Demam Akibat DBD, Anak Usia 5 Tahun Ini Ngigau Jokowi Bakal Diampuni Dosanya
-
La Nina Melemah, Curah Hujan Meningkat hingga November 2022
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
-
Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung
-
Perusahaan Bursa Berjangka Perkuat Harga Referensi Komoditas Domestik
-
7 Cara Menyiasati Posisi Meja Kerja yang Salah Menurut Feng Shui, Tidak Perlu Dipindah
-
Review Film M3GAN 2.0: Aksi Penuh Gaya dari Boneka Ikonik Generasi Baru!
-
Sinyal Positif: Realisasi Pajak Lampung Meroket 25 Persen di Semester I
-
Tak Hanya Soal Usia, Ini Perbedaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak
-
Tragedi di Punggung Naga: Pelukan Tebing Gunung Piramid Merenggut Nyawa Pendaki dan Pemandunya