- Praktik parkir liar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menyebabkan lalu lintas terhambat dan mengganggu ketertiban umum masyarakat.
- Kendaraan pengunjung terpantau parkir di depan gedung Kejagung RI meskipun lokasi tersebut sudah dilengkapi rambu larangan parkir.
- Kepala Sudinhub Jakarta Selatan akan membahas masalah parkir dan pedagang kaki lima tersebut dalam rapat pimpinan wali kota.
Suara.com - Kondisi lalu lintas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, terpantau semrawut pada malam hari akibat maraknya praktik parkir liar.
Sejumlah kendaraan pengunjung wisata kuliner bahkan sampai memakan badan jalan, khususnya di area depan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terlihat banyak kendaraan roda empat dan roda dua berjejer di bawah rambu dilarang parkir.
Kondisi ini dikeluhkan warga melalui media sosial karena dianggap mengganggu ketertiban umum dan memicu kepadatan arus lalu lintas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, memberikan klarifikasi terkait status lahan parkir di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa area kuliner kaki lima di Blok M sejatinya merupakan wilayah parkir binaan Dishub, namun penempatannya tidak seharusnya sampai ke depan kantor pemerintah.
"Cuma harusnya, rutinnya parkir tidak sampai ke area depan Kejagung," ujar Bernad kepada Suara.com, Selasa (5/5/2026).
Bernad mengakui bahwa persoalan parkir di Blok M bersifat kompleks karena berkaitan erat dengan keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar.
Guna mengatasi masalah ini secara permanen, pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke rapat pimpinan di tingkat Wali Kota Jakarta Selatan.
Baca Juga: Jakarta Dikepung Banjir: 115 RT Terendam, Ketinggian Air di Jaksel Tembus 2,4 Meter!
"Rencananya akan dirapatkan di wali kota, supaya bisa penanganannya secara komprehensif. Karena di situ ada masalah parkir, pedagang kaki lima, dan lain-lain," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka