SuaraSoreang.id - Salah seorang donatur Yayasan Az Zikra, Hanny Kritianto, meminta bantuan pada Presiden Jokowi untuk membenahi yayasan yang didirikan almarhum ustadz Arifin Ilham itu.
Hanny yang juga menjadi anggota Mualaf Center itu menilai ada banyak masalah di tubuh yayasan Az Zikra yang kini dipimpin Alvin Faiz itu.
Dia menduga ada tindakan korupsi dalam tubuh yayasan ini. Hanny juga meminta pemerintah untuk mengauditnya.
"Pak, tolong suruh Kemenag audit yayasan ini. Diduga ada korupsi, penyelewengan dana, bahkan legalitasnya tolong diaudit," ucap Hanny dalam sebuah video yang beredar.
Menurutnya permintaan audit ini tak menyalahkan aturan. Sebab, katanya hal ini sudah diatur dalam undang-undang.
"Menerima uang di atas Rp 500 juta harus diaudit," kata dia.
Hanny juga menduga ada tindakan korupsi soal kendaraan wakaf almarhum Ustadz Arifin Ilham yang sudah terjual.
Hanny juga mengeluh soal makna yayasan Az Zikra bagi dirinya.
Dia merasa, yayasan ini sudah tidak seperti dulu lagi. Jika sebelumnya Az Zikra merupakan tempat untuk mencari solusi dalam mengatasi masalah, kini menjadi sumber masalah.
Baca Juga: Dibuka Datanya oleh Bjorka, Cak Imin Panik, Sebut Aksi Bjorka Perang dan Darurat
"Az Zikra yang dulunya menjadi tempat kebanggaan, malah jadi kuburan," kata Hanny.
Hanny juga mengaku telah berdiskusi dengan Alvin Faiz untuk mengatasi masalah-masalah ini, namun dia tak mendapat respon baik.
"Ibunya pun sudah saya bilangin," ujar Hanny.
Selain itu, Hanny juga membuka keburukan Alvin Faiz sebagai pewaris pimpinan yayasan Az Zikra.
Dia menilai, Alvin Faiz sulit dalam mempelajari agama. Meski dia sudah mendatangkan ahli di bidangnya untuk mendalami ilmu agama.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog
-
Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban
-
Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia
-
Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus