SuaraSoreang.id - Youtuber ternama Indonesia, Deddy Corbuzier mempertanyakan hasil survey yang dirilis Panel Survey Indonesia (PSI) atas kinerja Polri dalam mengusut kasus pembunuhan Brigadir J.
Pertanyaan tersebut diajukan Deddy lantaran hasil survey tersebut berbeda dengan hasil survey yang dilakukannya di channel Youtube miliknya.
"Ya namanya juga survey semua beda hasil itu biasa. Cuma survey saya dari 48 ribu orang, survey mereka berapa orang," tulis Deddy dalam Instagram @mastercorbuzier, Jumat (16/9/2022).
Disebutkan bahwa berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh PSI, bahwa 76,7 persen masyarakat puas atas kinerja Polri dalam mengusut kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
Dalam postingan tersebut, Deddy juga turut mengunggah tangkapan layar dari salah satu situs media online yang menunjukkan hasil survey dari PSI yang disandingkan dengan hasil survey yang dilakukannya di channel Youtube miliknya.
Selain itu, mantan pesulap ternama di Indonesia tersebut juga mengungkapkan telah berupaya untuk mengundang pihak kepolisian terkait kasus pembunuhan Brigadir J dan juga kasus Bjorka.
"Sampai saat ini kita masih berusaha mengundang pihak kepolisian mengenai masalah FS (Ferdy Sambo) sampai Bjorka," kata Deddy.
Namun menurutnya, undangan tersebut tak pernah direspon oleh pihak kepolisian. Padahal kata Deddy, biasanya pesannya selalu dibalas cepat oleh kepolisian.
"Tidak ada jawaban. Biasanya cepet," ungkapnya.
Baca Juga: Ini Susunan Pemain Persib vs Barito Putera, Jufriyanto Masuk dalam Skuad
Selagi menunggu respon dari pihak kepolisian, Deddy pun sempat mengundang beberapa tokoh yang dianggap mampu untuk buka suara terkait kasus pembunuhan Brigadir J maupun peretasan yang dilakukan Bjorka.
Beberapa tokoh yang diundang Deddy ke channel Youtube-nya diantaranya adalah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni dan Ketua Koordinator Forum Keamanan Siber dan Informasi, Gildas Deograt Lumy.
Sumber: Instagram.com/@mastercorbuzier
Berita Terkait
-
Tak Kunjung Ditahan, Putri Candrawathi Disinyalir Lebih Berbahaya dari Ferdy Sambo?
-
Pengacara Bharada E Sebut Pernyataan Komnas HAM terkait Perintah Ferdy Sambo Berpotensi Bahayakan Posisi Kliennya
-
Mulai Kewalahan dengan Ulah Bjorka, Moeldoko: Tak Akan Beri Ampun Pelaku Peretasan Data Negara
-
Kasihan! Pemuda Madiun yang Diduga Bjorka Ternyata Tak Punya Komputer, Ibunda: Makan Sehari-hari aja Repot
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Ke Arah Mana Air Mancur Seharusnya Menghadap Menurut Feng Shui? Ini Penjelasannya
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
Bikin Kejutan, Mahalini Nekat Masukkan Musik Metal di Java Jazz 2026
-
Vivo X300 FE Hadir Global: Desain Mirip iPhone, Kamera Kelas Profesional
-
Samsung dan Google Luncurkan Kacamata Pintar AI: Era Baru Wearable Technology Dimulai
-
5 Moisturizer untuk Mencerahkan Wajah di Pagi Hari, Ringan dan Bikin Kulit Fresh
-
Daftar 40 HP Xiaomi yang Sudah Dapat HyperOS 3.1, Cek Apakah Ponsel Anda Masuk?
-
Makassar Half Marathon 2026 Pakai Dana APBD 2,5 Miliar
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata