/
Minggu, 18 September 2022 | 20:01 WIB
Tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Preiden Joko Widodo turun sekitar 10 persen. (Suara.com)

SuaraSoreang.id - Kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak kepada ekonomi masyarakat, namun berdampak pula terhadap tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut diungkap oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi yang menyebutkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Jokowi kini menurun ke angka 62,6 persen.

"Jadi, kita survei yang mengatakan sangat puas atau cukup puas 62,6 persen, yang mengatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali itu 35,3 persen," ujar Burhanuddin dalam konferensi per yang disiarkan Youtube Indikator, dikutip dari Suara.com, Minggu (18/9/2022).

Padahal menurutnya, sebelum kenaikan harga BBM terjadi pada bulan Agustus 2022, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Jokowi masih berada pada kisaran 70 persen.

Dari situ Baharuddin menyebut terjadi penurunan yang cukup tinggi, yakni sekitar 10 persen.

"Memang efeknya terhadap tren approval rating presiden cukup lumayan kurang lebih 10 persen dibanding survei bulan Agustus sebelum kenaikan harga BBM," tambah dia.

Kendati demikian, Burhanuddin mengatakan bahwa Presiden Jokowi cukup lihai dalam mengambil sebuah keputusan yang tidak menguntungkan publik.

Menurutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengambil kebijakan untuk menaikan harga BBM ketika tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja dirinya berada pada tingkatan yang cukup tinggi.

"Presiden Jokowi cukup cerdik melakukan kebijakan yang tidak populer di saat approval ratingnya sedang tinggi, ketika meningkat bahkan kembali sebelum pandemi bulan Agustus 72,3 persen," tutur Burhanuddin.

Baca Juga: Tiga Pemain Persib Dipanggil Timnas untuk Laga FIFA Match Day

Maka dari itu, kata Baharuddin, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi tidak sampai berada di bawah 50 persen.

"Ketika dilakukan di saat approval rating presiden sedang tinggi-tingginya itu dampakya setidaknya tidak sampai di bawah 50," pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Load More