/
Jum'at, 23 September 2022 | 13:52 WIB
Ilustrasi hantu (tangkapan layar/Nadia Omara)

Dian yang mendengarnya kemudian mendekat ke depan kamar Tina dan kemudian mencoba menenangkannya dari luar. Tina yang menyadari kehadiran Dian menjawab pertanyaanya dengan jawaban yang membuat Dian bergidik ngeri.

“Masuk aja dek, mau kan adek nemenin kakak selamanya? kakak mau bunuh diri aja, kakak ga sanggup lagi,” ucap Tina dari dalam kamar, sebagaimana diceritakan Dian melalui Nadia Omara.

Setelahnya, terdengar suara berisik barang-barang jatuh berserakan dari dalam kamar Tina. Dian yang panik, segera menghampiri kamar Nitha.

Nitha yang diberitahu bahwa rekannya ingin bunuh diri, langsung terkejut dan bersama-sama menghampiri kamar Tina. Keduanya berusaha membuka pintu kamar Tina yang terkunci.

Sampai suatu ketika Dian tersadar bahwa pintu tersebut terkunci dari luar, yang berarti penghuni sedang tidak berada di dalam kamar.

Keduanya tercengan dan akhirnya memutuskan untuk menenangkan diri. Di malam harinya, masih di hari yang sama. Dian yang tidak bisa tidur kemudian pindah ke kamar sepupunya, Fina. Di dalam kamarnya, sudah ada Farah yang ikut tidur juga.

Singkat cerita, ketika malam semakin larut, Dian ingin buang air kecil. Kamar mandi yang berada di luar kamar mengharuskan Dian berjalan melewati Lorong yang letaknya seperti huruf L.

Saat hendak berbelok diujung Lorong, betapa terkejutnya ia saat menemukan bahwa suasana indekos tiba-tiba terdapat akar-akar besar.

Dian yang terkejut berniat tidak melanjutkan perjalanannya, namun karena sudah kebelet, ia pun melanjutkan perjalanan menuju toilet tanpa menghiraukan suasana lorong yang ditumbuhi akar.

Baca Juga: Dessert Akhir Bulan, Resep Brownies Murah dan Enak ala Anak Kos, Cocok Buat yang Minim Modal

Keterkejutan Dian tidak berakhir disitu, saat memasuki toilet, suasana toilet tiba-tiba berubah seperti toiler jaman dahulu yang masih menggunakan bilik. Dian yang kebelet tidak menghiraukannya dan segera menuntaskan hajatnya.

Saat keluar dari toilet, ia menemukan bahwa suasana kos yang seharusnya malam hari berubah menjadi sore hari. Bukannya terkejut atau takut, justru ia merasa tenang dan bahagia akan suasana tersebut.

Mendengar banyaknya suara-suara orang berinteraksi, ia pun melanjutkan langkahnya untuk melihat keluar ke sekeliling kos. Ternyata, ada pemukiman jaman dahulu beserta para manusia-manusianya juga.

Dian yang tertarik untuk melihat-lihat melanjutkan perjalanannya dan sampai suatu ketika ada seorang penjual gerobak mendatanginya, sembari memperingatinya.

“Jangan jauh-jauh mainnya, nanti kamu lupa jalan pulang,” ucap penjual tersebut sembari tersenyum kemudian perlahan mundur.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas langit, yang kemudian saat itu juga suasana yang tadinya menenangkan berubah menjadi malam yang gelap.

Load More