/
Minggu, 25 September 2022 | 20:15 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

SuaraSoreng.id - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan akui sempat gugup di hari pertama ia bekerja sebagai menteri.

Meski demikian, ia mengklaim bahwa telah berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat sampai 100 hari kerjanya sebagai menteri perdagangan.

Hal tersebut diungkapkan Zulkifli dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan, yang dilaksanakan di Jakarta, pada Minggu (25/9/2022).

Rasa gugup sempat menghampirinya, kata Zulkifli, karena pada hari pertama menjadi Mendag, harga minyak goreng sedang melambung tinggi.

Sehingga pada waktu itu, Presiden Jokowi memerintahkan Zulkifli untuk dapat menekan harga minyak ke angka Rp14.000 per liter.

“Stabilisasi harga dan bahan pokok waktu Saya hari pertama jadi Mendag itu minyak goreng tidak terkendali. Presiden memerintahkan dalam dua bulan harus Rp14.000,” ungkapnya, dikutip dari ANTARA, pada Minggu (25/9/2022).

Hanya selang satu hari setelah diangkat menjadi Menteri Perdagangan, Zulkifli mengaku sudah mampu menemukan penyebab harga minyak goreng melambung tinggi.

Hingga dalam waktu 2 minggu saja, Mendag sudah berhasil menurunkan harga minyak goreng untuk wilayah Jawa dan Bali, sedangkan pada minggu ketiga, untuk Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Akhirnya pada pertengahan bulan September ini, harga minyak goreng curah rakyat turun sekitar 15,24 persen dibandingkan dengan harga di bulan Juni lalu.

Baca Juga: Satu Tim Beda Nasib, Jack Miller Juara GP Jepang dan Francesco Bagnaia Terjatuh di Lap Terakhir

Ia menuturkan, bahwa saat ini harga minyak goreng curah rakyat berkisar antara Rp13.000 hingga Rp14.000 per liter dari harga sebelumnya yakni sebesar Rp16.400 per liter di bulan Juni lalu.

“Sekarang rata-rata Rp13.800. Papua dan Maluku sudah Rp14.000 tapi di perkotaan kalau yang di gunung beda lagi karena mengangkutnya pakai pesawat,” tuturnya.

Selama masa kerjanya, Zulkifli juga telah mendistribusikan minyak goreng rakyat atau MINYAKITA ke seluruh penjuru Nusantara, termasuk Papua dan Papua Barat dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain harga minyak goreng, ia juga turut menyebutkan beberapa harga kebutuhan pokok lainnya yang juga dapat diturunkan harganya, terkecuali beras yang saat ini menurutnya terdapat kenaikan sebesar 0,9 persen.

Harga cabai saat ini menurutnya, berada di kisaran harga Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram di banyak wilayah di Indonesia, terkecuali di Padang dengan harga Rp70.000, dan di Bali dengan harga Rp40.000.

Kemudian harga daging sapi, saat ini berada di kisaran harga Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogramnya.

Sementara harga bawang sudah cukup stabil di harga Rp30.000 per kilogram.

Untuk harga telur ayam, ia mengaku belum cukup stabil karena masih berada di kisaran harga Rp27.000 sampai Rp28.000 per kilogram.

“Kalau (daging) ayam itu harus paling murah Rp35.000 karena modalnya Rp24.000. Itu Rp35.000 saja di peternak ayam harganya Rp15.500 dan untuk menggemukkan modalnya sampai Rp24.000, rugi dia,” ungkapnya.

Terkait kenaikan harga beras yang saat ini terjadi, Zulkifli menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena pemerintah akan memberikan subsidi selisih harga beras bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sumber: ANTARA

Load More