/
Minggu, 25 September 2022 | 18:58 WIB
Mendag, Zulkifli Hasan dalam kegiatan Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan di Jakarta, Minggu (25/9/2022) (ANTARA)

SuaraSoreang.id - Dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan di Jakarta, Zulkifli Hasan mengungkapkan telah terjadi kenaikan harga beras di pasaran.

Kendati demikian, Zulkifli menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir menghadapi kenaikan harga beras tersebut.

Menurutnya, pemerintah akan tetap membantu masyarakat dalam bentuk pemberian subsidi untuk selisih harga jualnya.

"Misalnya harga beras dari Bulog sekian, lebih, bisa dibantu subsidi jadi tidak perlu khawatir sebetulnya karena dibiayai pemerintah (selisih harganya)," katanya, dikutip dari ANTARA, Minggu (25/9/2022).

Pemerintah melalui mekanisme Cadangan Stabilisasi Harga dan Pasokan (CSHP), kata Zulkifli, memastikan masyarakat tidak akan dibebankan dengan harga yang lebih mahal.

Ia menjelaskan, bahwa kenaikan harga beras ini lantaran harga gabah yang juga mengalami kenaikan dari Rp4.400 menjadi Rp5.500.

Terkait Cadangan Beras Pemerintah (CBS), lanjut Zulkifli, stok beras yang dimiliki saat ini di gudang milik Bulog mencapai 800 ton, yang menurutnya akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2022 ini.

Pun jika tidak cukup, Zulkifli mengaku tak akan ragu untuk melakukan impor beras dari negara lain, guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Soal beras tidak ada tawar menawar karena (kontribusinya) terhadap inflasi 3,3 persen. Beras langka tidak kebayang. Impor pun saya rela. Agar itu betul-betul dijaga. Kalau mahal harus ada operasi pasar," ungkapnya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah di Rumah Ferdy Sambo Ada Ruangan Rahasia Berisi Tangan Manusia?

Selain beras, pemerintah telah menyiapkan subsidi selisih harga kedelai sebesar Rp1.000 dan jagung sebesar Rp1.500 per kilogram apabila kedua komoditas tersebut ikut mengalami kenaikan.

Sumber: ANTARA

Load More