SuaraSoreang.id - Wisata Tahura, Bandung menjadi salah satu lokasi yang sering didatangi masyarakat Bandung dan sekitarnya.
Tahura atau Taman Hutan Raya Ir.H.Djuanda merupakan kawasan konservasi alam. Taman ini pernah dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda yang awalnya merupakan hutan lindung dan kini Tahura sudah dibuka untuk umum.
Ada beberapa objek wisata di dalam Tahura yakni, Gua Belanda, Gua Jepang, Curug Omas dan Curug dago. Untuk bisa ke objek wisata ini, Anda hanya dapat berjalan kaki.
Namun, dibalik keindahan suasana Tahura, hutan raya ini menyimpan misteri dan sejarah kelam yang membuat suasana ini terasa horor.
Salah satunya sejarah Gua Jepang di Tahura.
Dulunya Gua Jepang digunakan para tentara Jepang untuk tempat pengintaian, penembakan, ruang pertemuan, gudang dan dapur. Gua ini memiliki 4 pintu masuk dan dua lubang penjagaan.
Setelah sekutu menyerang Jepang, Gua Jepang ini juga diserang dan banyak menghabisi nyawa tentara Jepang didalamnya. Setelah itu goa ini tertutup dedauan hingga pada tahun 1965 Gua ini kembali ditemukan dan dirawat.
Walau sudah bertahun - tahun dirawat dan dijaga, namun hawa mistis dari Gua ini masih sangat kental. Hanya dengan melewatinya saja, bisa langsung terasa hawa dingin yang menusuk dari dalam. Dinding yang masih alami dan jalan bebatuan membuat sejarah dari Gua Jepang ini sangat terasa.
Mengutip dari Youtube Kisah Tanah Jawa, salah satu crew nya Hari mengunjungi Gua Jepang pada Kamis (19/10/2019). Hari bertemu dengan salah satu penunggu disana yang berama Ayame. Seorang perempuan pribumi yang dipaksa untuk memenuhi nafsu para tentara Jepang.
“Karena Ayame dipaksa untuk kesini oleh tentara Jepang setelah suaminya meninggal, akhirnya Ayame mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri” kata Hari.
Didalam Gua Jepang juga terdapat tempat yang sering digunakan orang untuk melakukan ritual, dan ditempat ini hawa mistisnya sangat terasa negatif. Dan selama didalam, Hira selalu ditemani oleh Ayame. Selanjutnya ada tempat yang dulunya sering digunakan untuk menghukum pribumi.
Ini adalah lubang buntu, energi disini sangat terasa kencang, ada beberapa seperti kekejaman Jepang terhadap Romusha, bagi mereka yang dianggap sudah tidak bisa bekerja akan di eksekusi disini.
Hari juga menjelaskan jika ia berdiam lama disana, maka tentara Jepang akan mengeluarkan suara hentakan kaki seperti tentara yang sedang baris - berbaris. Dan para tentara itu semuanya berjalan tanpa kepala.
Itulah beberapa kisah mistis berdasarkan kesaksian Hari. Bagaimana? Tertarikkah anda untuk mengunjungi Gua Jepang di Tahura ini?
Sumber: Youtube Kisah Tanah Jawa
Kontributor: Zafirah Nurtsanyah
Tag
Berita Terkait
-
4 Cerita Mistis di Kampus Bandung, Arwah Penasaran di Unpad dan Denting Piano yang Dimainkan Noni Belanda di UPI
-
Mitos Rumah Tusuk Sate Bikin Betah Mahluk Halus hingga Disebut Tempat Tinggal Pembawa Sial dari Sisi Feng Shui
-
Cerita Horor di Gedung Sate, Kisah di Lorong Tawanan dan Jasad 7 Pemuda yang Tak Pernah Ditemukan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana