SuaraSoreang.id - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) tegaskan tak akan terkecoh dengan skenario laporan kekerasan seksual yang diklaim istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu.
Edwin dengan tegas menyatakan, pihaknya tidak akrab dengan para tersangka pembunuhan Brigadir J, terutama Ferdy Sambo.
Apalagi, menurut Edwin, soal kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi terlalu janggal.
Awalnya dugaan kekerasan seksual itu diungkap terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Namun, tiba-tiba berubah lagi pengakuannya jadi di Magelang, Jawa Tengah.
"Kejanggalan yang terjadi ini secara reflektif membuat kami sulit mempercayai informasi dari pihak yang berwenang," kata Edwin, dalam diskusi di Jakarta Selatan, diktuip suara.com, Selasa (27/9/2022).
Dengan pengakuan Putri Candrawathi yang diterima LPSK, lanjutnya, pihak LPSK tidak akan terpengaruh dengan skenario tersebut.
"Kalaupun kemudian LPSK tidak terpengaruh oleh skenario kasus ini mungkin karena LPSK tidak akrab dengan jaringan pelaku. Jadi karena kami tidak akrab dengan para pelaku, jadi kami tidak terpengaruh," ujar Edwin.
Logika sederhana inilah yang menurutnya membuat LPSK yakin untuk menolak memberikan perlindungan pada Putri Candrawathi.
Baca Juga: LPSK Mencium Adanya Kejanggalan dari Keterangan Bharada E terkait Kasus Ferdy Sambo
LPSK menemukan kejanggalan itu berkaitan soal relasi kuasa yang biasanya terjadi dalam kasus kekerasan seksual.
Namun, dalam kasus yang dialami Putri Candrawathi tidak ditemukannya relasi kuasa antara Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban dengan Brigadir J yang diduga pelaku.
"Di peristiwa itu dalam relasi kuasa nggak bisa dijelaskan, karena Brigadir J adalah anak buah dari FS (Ferdy Sambo), suami PC (Putri), artinya relasi kuasanya lebih dimiliki PC dibanding Brigadir J," katanya.
Selain itu, setelah ada dugaan kekerasan seksual yang terjadi itu, istri Ferdy Sambo masih sempat bertanya kepada Bripka RR soal keberadaan Brigadir J.
"Pasca peristiwa, di rekonstruksi PC tanya kepada RR dimana Yosua, kemudian RR bawa Yosua menghadap ke PC. Agak unik menurut kami untuk memahami ada peristiwa kekerasan seksual dimana korban tidak mengalami trauma terhadap pelakunya," katanya.
"Sementara korban sebagai pemilik rumah masih serumah dengan pelaku. Kok bisa korban yang berkuasa pemilik rumah masih bisa serumah sama pelaku masih tanya soal pelakunya masih ngobrol sama pelakunya," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
-
Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Ternyata Anggota BAIS, TNI: Sudah Diamankan di Puspom
-
Volume Kendaraan Masuk-Keluar DIY via Prambanan Seimbang, Arus Lalu Lintas Masih Ramai Lancar
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
Terkini
-
Legislator PDIP Minta Dalang Penyiraman Andrie Yunus Diungkap, Jangan Hanya Pelaku Lapangan
-
Timnas Indonesia Salip Ranking Malaysia yang Kena Sanksi Imbas Skandal Naturalisasi
-
Belajar Melepaskan: Bagaimana Proses Decluttering Mengajarkan Kita Hidup Lebih Ringan
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman
-
BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat
-
Salat Idulfitri Jam Berapa? Ini Beda Jadwal Muhammadiyah dan NU
-
Lelah di Perjalanan Mudik? Bisa Singgah di Pondok Rehat untuk Pulihkan Stamina
-
Teror Air Keras ke Pembela HAM, Siapa di Balik Serangan Brutal Aktivis KontraS?
-
Dishub Samarinda Siapkan Skema Satu Arah di Terowongan untuk Atur Lalu Lintas
-
Sambut Hari Raya dengan Tenang, Ini Layanan BRI yang Tetap Bisa Diakses