Pikiran itu seperti merasa tidak mampu, merasa tidak bermanfaat, hingga merasa tidak disenangi oleh teman-teman.
“Coba arahkan ke yang positif. Tidak apa-apa, tidak semua orang juga dicintai. Dan anggap saja kamu tidak harus dicintai dan kamu usahakan dengan orang ini belajar untuk bersosialisasi jadi bisa bersosialisasi lebih baik lagi,” katanya.
Endah menyarankan agar penderita tidak berfokus pada diri sendiri melainkan alihkan fokus pada lawan bicara dengan melibatkan seluruh panca indera ketika berinteraksi dengan lawan bicara
“Misalkan saat berhadapan dengan lawan bicara, perhatikan warna hijabnya, warnanya seperti apa, gerak-geriknya, sehingga dia lupa dengan dirinya akhirnya fokus ke orang lain bukan diri sendiri. Sehingga kecemasan terhadap sosial itu berkurang secara bertahap,” tutur Endah.
Selain itu, hilangkan gestur tubuh menutup diri dari pertemanan seperti terlalu banyak menunduk dan terlihat murung.
Usahakan untuk melatih pembukaan diri ke arah sosial misalnya menyapa orang lain. Selain itu, bukalah pembicaraan tentang kehidupan sehari-hari yang sederhana sehingga tidak membebani orang lain.
Endah mengatakan jika penderita merasa langkah-langkah tersebut cukup berat untuk dilakukan dan sulit untuk keluar dari zona nyaman, maka dianjurkan untuk mencari pertolongan dengan berkonsultasi kepada profesional seperti psikolog atau psikiater.
Tak lupa Endah juga mengajak agar masyarakat agar mampu memahami dan dapat memposisikan diri dengan penderita dengan mendengarkan keluhan yang dialami penderita.
“Usahakan kita menjadi pendengar dulu yang baik sehingga kita berikan pandangan, seperti ‘ketika Anda mengalami gangguan banyak kerugiannya, jika bandingkan dengan sebelum mengalami gangguan’,” pungkasnya.
Baca Juga: PN Jaksel Telah Menetapkan Daftar Hakim Sidang Kasus Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J
Sumber: Antara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan