SuaraSoreang.id - Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ternyata sudah dilemahkan oleh Putri Candrawathi sejak berada di Magelang, sebelum dilakukan eksekusi mati.
Bentuk pelemahan tersebut salah satunya adalah dengan tudingan bahwa Brigadir J sudah melecehkan istri Ferdy Sambo saat di Magelang, Jawa Timur.
Tudingan tersebut dilaporkan sopir pribadi Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf kepada Ferdy Sambo. Hal itu juga dikatakan Kuat kepada Bripka RR untuk menjawab alasan pertengkaran yang terjadi antara dirinya dengan Brigadir J.
Memang saat itu, Bripka RR mengaku bahwa dirinya melihat Kuat Ma'ruf bertengkar hebat dengan Brigadir J.
Bripka RR juga mengaku takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lantaran dirinya melihat Kuat Ma'ruf memperlihatkan sebilah pisau ke Brigadir J.
Brigadir J juga sempat bercerita kepada Bripka RR bahwa dirinya telah difitnah telah melecehkan istri mantan Kadiv Propam tersebut.
Dua Senjata Brigadir J Dirampas
Bentuk pelemahan kedua dilakukan oleh Putri Candrawathi yang merampas dua senjata milik Brigadir J, berupa senjata laras panjang dan sebuah pistol.
Putri Candrawathi melakukan perampasan dua senjata Brigadir J tersebut tidak sendirian, ia melakukannya bersama Bripka RR.
Hal tersebut diungkapkan oleh Irma Hutabarat, yang mengatakan bahwa dua senjata milik Brigadir J itu tidak pernah dikembalikan hingga mereka sampai di Jakarta.
Baca Juga: Ditemukan Kesurupan Menari di Atas Genteng, Ismiyatun Asal Bawean Bukan Sekali Menghilang
"Pada waktu (Brigadir J) di Magelang, senjatanya, satu laras panjang dan satu pistol diminta oleh PC (Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo), lalu diserahkan kepada Bripka RR," kata Irma dikutip dari SuaraBandung.id, Selasa (11/10/2022).
Saat di perjalanan dari Magelang ke Jakarta, diketahui pula bahwa Brigadir J sempat meminta Putri Candrawathi untuk mengembalikan senyatanya melalui pesan WhatsApp.
"Ibu bolehkah dikembalikan senjata saya," kata Irma menirukan isi chat WA Brigadir J kepada Putri Candrawathi.
Terkait alasan perampasan sentaja tersebut, Irma sangat yakin bahwa Brigadir J pun tidak mengetahuinya.
Selain itu, Brigadir J juga, kata Irma, tidak mengetahui bahwa dirinya akan dieksekusi mati atas fitnah yang menimpa dirinya.
"Dia (Brigadir J) tidak tahu akan dibunuh atau dibantai," ucap Irma.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan