/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 07:54 WIB
Putri Candrawathi di Kejagung ; Pelimpahan Berkas Tahap II Kasus Pembunuhan Brigadir J (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraSoreang.id - Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ternyata sudah dilemahkan oleh Putri Candrawathi sejak berada di Magelang, sebelum dilakukan eksekusi mati.

Bentuk pelemahan tersebut salah satunya adalah dengan tudingan bahwa Brigadir J sudah melecehkan istri Ferdy Sambo saat di Magelang, Jawa Timur.

Tudingan tersebut dilaporkan sopir pribadi Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf kepada Ferdy Sambo. Hal itu juga dikatakan Kuat kepada Bripka RR untuk menjawab alasan pertengkaran yang terjadi antara dirinya dengan Brigadir J.

Memang saat itu, Bripka RR mengaku bahwa dirinya melihat Kuat Ma'ruf bertengkar hebat dengan Brigadir J.

Bripka RR juga mengaku takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lantaran dirinya melihat Kuat Ma'ruf memperlihatkan sebilah pisau ke Brigadir J.

Brigadir J juga sempat bercerita kepada Bripka RR bahwa dirinya telah difitnah telah melecehkan istri mantan Kadiv Propam tersebut.

Dua Senjata Brigadir J Dirampas

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, korban pembunuhan berencana yang didalangi atasannya, Ferdy Sambo. (sumber: Facebook Roslin Emika)

Bentuk pelemahan kedua dilakukan oleh Putri Candrawathi yang merampas dua senjata milik Brigadir J, berupa senjata laras panjang dan sebuah pistol.

Putri Candrawathi melakukan perampasan dua senjata Brigadir J tersebut tidak sendirian, ia melakukannya bersama Bripka RR.

Hal tersebut diungkapkan oleh Irma Hutabarat, yang mengatakan bahwa dua senjata milik Brigadir J itu tidak pernah dikembalikan hingga mereka sampai di Jakarta.

Baca Juga: Ditemukan Kesurupan Menari di Atas Genteng, Ismiyatun Asal Bawean Bukan Sekali Menghilang

"Pada waktu (Brigadir J) di Magelang, senjatanya, satu laras panjang dan satu pistol diminta oleh PC (Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo), lalu diserahkan kepada Bripka RR," kata Irma dikutip dari SuaraBandung.id, Selasa (11/10/2022).

Saat di perjalanan dari Magelang ke Jakarta, diketahui pula bahwa Brigadir J sempat meminta Putri Candrawathi untuk mengembalikan senyatanya melalui pesan WhatsApp.

"Ibu bolehkah dikembalikan senjata saya," kata Irma menirukan isi chat WA Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Terkait alasan perampasan sentaja tersebut, Irma sangat yakin bahwa Brigadir J pun tidak mengetahuinya.

Selain itu, Brigadir J juga, kata Irma, tidak mengetahui bahwa dirinya akan dieksekusi mati atas fitnah yang menimpa dirinya.

"Dia (Brigadir J) tidak tahu akan dibunuh atau dibantai," ucap Irma.

Load More