SuaraSoreang.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Rizky Billar yang dilaporkan Lesti Kejora tengah menjadi sorotan belakangan ini.
Banyak pihak yang mengapresiasi tindakan Lesti Kejora, apalagi dengan dugaan lebih dari 10 ali Rizky Billar melakukan KDRT.
Kemudian, tak lama setelah Rizky Billar diumumkan secara resmi sebagai tersangka dan ditahan, Lesti Kejora diam-diam memutuskan untuk mencabut laporan KDRT Rizky Billar.
Lesti Kejora beralasan jika keputusannya diambil karena alasan anak. Selain itu dia juga menerima permohonan maaf Rizky Billar yang sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Pada babak ini, banyak pihak yang kecewa dengan keputusan Lesti Kejora, bahkan menghinanya dengan berbagai macam umpatan.
Waspada Siklus "Lingkaran Setan" Kekerasan dalam Hubungan
Perlu diketahui pada kekerasan dalam hubungan baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun kekerasan dalam pacaran (KDP) faktanya memang sangat sulit untuk diakhiri.
Sebab, dalam hubungan beracun ini terdapat sebuah siklus yang biasa disebut "lingkaran setan" kekerasan.
3 Siklus "Lingkaran Setan" Kekerasan dalam Hubungan
Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Terancam Dipecat Tidak Hormat usai Terlibat dalam Kasus Peredaran Narkoba
Siklus ini dikenal juga sebagai cycle of violence oleh Lenore Walker pada tahun 1979. Berikut tiga fase siklus kekerasan dalam hubungan yang perlu diwaspadai.
1. Fase Ketegangan
Dalam fase ini konflik sudah mulai terasa, apapun pemicunya disertai dengan berbagai ancaman-ancaman. Biasanya kekerasan secara verbal sudah muncul seperti berteriak, mengumpat, memaki, dan semacamnya.
Di kondisi ini, kondisi penyintas menjadi lebih lemah. Kemudian berusaha menenangkan pelaku karena mulai takut dan menarik diri untuk menjauhi ketegangan lebih lanjut yang memicu kekerasan.
Namun, kelemahan penyintas ini membuat kondisi pelaku menjadi lebih kuat atau superior. Hingga akhirnya berlanjut pada fase kedua.
2. Fase Akut
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Permintaan Genteng Meningkat, Pengrajin Majalengka Butuh Tambahan Tenaga Kerja