Setelah sebelumnya telah dipicu kekerasan verbal dan kekerasan ringan lainnya, di fase ini pelaku sudah mulai meledakan emosinya dari ketegangan sebelumnya yang tertahan.
Pada konteks tersebut, pelaku biasanya berniat memberi pelajaran pada penyintas, namun berakhir dengan kehilangan kendali.
Inilah puncak kekerasan terjadi. Di fase ini kekerasan fisik seperti memukul, menendang, mencekik, kekerasan seksual, dan semacamnya ditambah dengan kekerasan verbal.
Selanjutnya, setelah fase akut mereda, pelaku akan minta maaf dan mengakui kesalahannya. Dia juga akan mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
3. Fase Bulan Madu Semu
Di fase ini penyintas luluh dengan apa yang dikatakan pelaku. Penyintas mempercayai janji-janjinya hingga situasi tampak tenang.
Namun, di hampir semua kasus, ketenangan ini sifatnya semu belaka.
Sebab, di kemudian hari akan muncul ketegangan-ketegangan lain yang bisa memicu siklus ini kembali terjadi.
Alasan-alasan bertahan biasanya beragam seperti demi anak, pemahaman budaya dan agama yang mengharuskan untuk mempertahankan rumah tangga, dan faktor lainnya.
Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Terancam Dipecat Tidak Hormat usai Terlibat dalam Kasus Peredaran Narkoba
Bagi Anda yang mengalami KDRT sebaiknya segera mengambil tindakan tegas dengan melapor pada pihak berwenang. Sebab, baik KDRT atau KDP bisa mengancam kesehatan fisik dan mental Anda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
3 Pilihan Sepatu Lari Lokal untuk Tempo Run Terbaik, Kualitas Setara Brand Luar Negeri
-
Tak Ingin Jakarta Hilang Akar, Pramono Jani Perkuat Lembaga Adat Betawi
-
Lampu Mati Berujung Kobaran Api: Bus Mewah Double Decker Gunung Harta Hangus di Tol Madiun
-
Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Eks Petinggi BUMN yang Terjaring Operasi KPK
-
Review Novel Hyouka: Misteri Sederhana yang Menyimpan Rahasia 33 Tahun
-
Sudah Siap War Tiket? Ini Rangkaian Acara Lengkap Perayaan HUT ke-81 RI dari Istana hingga Monas
-
Gadis Bernama Aishah Siregar Tiba-tiba Hilang dan Ditemukan di Kamboja, Korban Perdagangan Orang?
-
Ulasan A Model Family: Menimbang Moralitas di Tengah Desakan Kehidupan
-
Kenapa Sabun Mandi Tidak Boleh untuk Wajah? Ini Alasan Pentingnya
-
Bicara Boleh Biasa, Perform yang Menentukan: Jago MC ala Ongky Hojanto