/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 10:45 WIB
Lesti Kejora maafkan KDRT Rizky Billar. Kenali siklus lingkaran setan kekerasan (instagram/lestykejora)

Setelah sebelumnya telah dipicu kekerasan verbal dan kekerasan ringan lainnya, di fase ini pelaku sudah mulai meledakan emosinya dari ketegangan sebelumnya yang tertahan.

Pada konteks tersebut, pelaku biasanya berniat memberi pelajaran pada penyintas, namun berakhir dengan kehilangan kendali.

Inilah puncak kekerasan terjadi. Di fase ini kekerasan fisik seperti memukul, menendang, mencekik, kekerasan seksual, dan semacamnya ditambah dengan kekerasan verbal.

Selanjutnya, setelah fase akut mereda, pelaku akan minta maaf dan mengakui kesalahannya. Dia juga akan mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. 

3. Fase Bulan Madu Semu

Di fase ini penyintas luluh dengan apa yang dikatakan pelaku. Penyintas mempercayai janji-janjinya hingga situasi tampak tenang.

Namun, di hampir semua kasus, ketenangan ini sifatnya semu belaka.

Sebab, di kemudian hari akan muncul ketegangan-ketegangan lain yang bisa memicu siklus ini kembali terjadi.

Alasan-alasan bertahan biasanya beragam seperti demi anak, pemahaman budaya dan agama yang mengharuskan untuk mempertahankan rumah tangga, dan faktor lainnya.

Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Terancam Dipecat Tidak Hormat usai Terlibat dalam Kasus Peredaran Narkoba

Bagi Anda yang mengalami KDRT sebaiknya segera mengambil tindakan tegas dengan melapor pada pihak berwenang. Sebab, baik KDRT atau KDP bisa mengancam kesehatan fisik dan mental Anda.

Load More