Setelah sebelumnya telah dipicu kekerasan verbal dan kekerasan ringan lainnya, di fase ini pelaku sudah mulai meledakan emosinya dari ketegangan sebelumnya yang tertahan.
Pada konteks tersebut, pelaku biasanya berniat memberi pelajaran pada penyintas, namun berakhir dengan kehilangan kendali.
Inilah puncak kekerasan terjadi. Di fase ini kekerasan fisik seperti memukul, menendang, mencekik, kekerasan seksual, dan semacamnya ditambah dengan kekerasan verbal.
Selanjutnya, setelah fase akut mereda, pelaku akan minta maaf dan mengakui kesalahannya. Dia juga akan mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
3. Fase Bulan Madu Semu
Di fase ini penyintas luluh dengan apa yang dikatakan pelaku. Penyintas mempercayai janji-janjinya hingga situasi tampak tenang.
Namun, di hampir semua kasus, ketenangan ini sifatnya semu belaka.
Sebab, di kemudian hari akan muncul ketegangan-ketegangan lain yang bisa memicu siklus ini kembali terjadi.
Alasan-alasan bertahan biasanya beragam seperti demi anak, pemahaman budaya dan agama yang mengharuskan untuk mempertahankan rumah tangga, dan faktor lainnya.
Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Terancam Dipecat Tidak Hormat usai Terlibat dalam Kasus Peredaran Narkoba
Bagi Anda yang mengalami KDRT sebaiknya segera mengambil tindakan tegas dengan melapor pada pihak berwenang. Sebab, baik KDRT atau KDP bisa mengancam kesehatan fisik dan mental Anda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
2 Kubu di Keraton Solo Tetap Gelar Kirab Malam 1 Suro, Duduk Saling Membelakangi
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo