/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:47 WIB
kisah Daniel Pelka (tangkapan layar Youtube BJ Story)

SuaraSoreang.id-Kisah mengharukan datang daei seorang anak yang tampak agresif dan rela mengacak-ngacak tong sampah hanya demi mencari makanan.

Kisah kejam ini diangkat dari kisah nyata seorang anak yang bernama Daniel Pelka

Dilansir dari Kanal Youtube BJ Story pada 19 Oktober 2022, yang menceritakan kisah seorang anak kecil korban dari kekerasan dan pelecehan.

Kisah kriminal ini berawal pada tahun 2005. Ada sepasang suami istri yaitu Eryk Pelka dan Magdalena Luzak yang berasal dari Polandia ini diketahui pergi merantau ke Inggris. 

2 tahun kemudian pada tanggal 15 Juli 2007 putra pertama dari kedua pasangan ini lahir dengan selamat di Coventry, yaitu Daniel Pelka. 

Namun pernikahan mereka tidak bertahan lama dan memutuskan untuk berpisah pada tahun 2008.

Setelah 2 tahun berpisah dari Eryk Pelka, Magdalena yang merasa kesepian akhirnya memutuskan untuk memulai hubungan baru dengan seorang pria yang bernama Marius Crezolex yang sama-sama berasal dari Polandia.

Pada awal tahun 2011 anaknya Daniel Pelka dirawat di rumah sakit karena kondisi lengannya yang patah. Dan pada saat yang sama diketahui Daniel Pelka memiliki luka dibagian tubuhnya yang lain yaitu memar di lengan, bahu dan juga perutnya. 

Mengetahui kondisi Daniel Pelka, seorang perawat menuliskan pada rekam medisnya bahwa luka yang dialami oleh Daniel tidak terlihat seperti luka anak yang baru terjatuh. Dia pun melaporkannya kepada pihak yang berwajib. 

Baca Juga: Tak Hadiri Panggilan Polisi, Iwan Bule Malah Ajak Presiden FIFA Main Bola di Stadion Madya

Laporan dari rekam medis yang telah dituliskan diberhentikan begitu saja karena orangtua dari Daniel Pelka mengklaim bahwa mereka dapat menjaga anaknya dengan baik. 

Pihak rumah sakit tidak bisa melakukan apa-apa dan mengembalikan Daniel kepada orangtuanya. 

Pada September tahun 2011 Daniel pun mulai masuk ke sekolah baru. 

Namun, baru saja 2 bulan sekolah. Daniel Pelka dilaporkan oleh pihak sekolah atas perilakunya yang tidak baik. Dia termasuk anak yang agresif, suka mencuri bekal makanan dari teman sekelasnya dan milik gurunya. Seperti anak yang kelaparan, bahkan diketahui diapun berani mengacak-acak isi tong sampah hanya untuk mencari makanan. 

Pihak sekolah yang melaporkan Daniel kepada orangtuanya dan mendapat jawaban dari Magdanela tentang anaknya yang katanya memiliki gangguan 'Eating Disorder' atau keinginan untuk makan secara terus-menerus. Sehingga menyebabkan kondisi yang serius bagi fisik dan psikososial dari Daniel itu sendiri. 

Eating disorders dapat mempengaruhi kemampuan Daniel untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. 

Load More