Entertainment / Gosip
Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:32 WIB
Perseteruan Knetz Vs SEAblings (X)

Suara.com - Perseteruan antara netizen Korea Selatan alias Knetz Vs SEAblings alias Netizen Asia Teggara masih menjadi topik panas yang mendominasi media sosial X dalam beberapa hari terakhir.

Perdebatan tersebut melibatkan warga Korea Selatan dan berbagai negara Asia Tenggara yang saling melontarkan ejekan.

Awal mula konflik ini berasal dari aksi fansite asal Korea Selatan yang membawa kamera profesional ke konser DAY6 di Malaysia.

Tindakan tersebut memicu ketidaknyamanan penonton lain karena dianggap melanggar aturan dan mengganggu suasana konser.

Salah seorang penonton Malaysia sempat merekam aksi fansite tersebut hingga videonya viral di media sosial.

Video itu memicu reaksi keras, terutama dari warga Korea Selatan yang merasa tak terima.

Sebagai respons, sejumlah Knetz justru melontarkan komentar bernada rasis kepada masyarakat Asia Tenggara.

Hal ini memicu kemarahan publik hingga terbentuknya solidaritas SEAblings sebagai bentuk perlawanan terhadap komentar tersebut.

Baca Juga: ZEROBASEONE Resmi Lanjut dengan 5 Member, Konser Formasi Lengkap Jadi Penutup Era 9 Anggota

Namun di tengah konflik yang memanas, muncul kisah berbeda dari seorang warga Korea Selatan yang justru mengaku menjadi korban perundungan di negaranya sendiri.

Curhatannya menarik perhatian karena memperlihatkan sisi lain dari realitas sosial di negaranya.

Dalam pengakuannya, ia mengatakan telah mengalami body shaming sejak masih kecil karena kondisi fisiknya.

“Saya memiliki sepasang gigi dan maloklusi. Saya tidak memiliki rasa percaya diri karena sejak kecil saya selalu dibilang jelek di internet, tetapi setelah melihat ini, saya berpikir, mungkin saya juga bisa melakukannya," kata akun @lsg_152 pada Kamis (12/2/2026).

Ia mengungkapkan bahwa komentar jahat yang diterimanya sebagian besar datang dari dunia maya.

Bahkan, foto pribadinya juga pernah menjadi sasaran ejekan publik di media sosial.

“Orang-orang yang mengenalku di dunia nyata bilang aku cantik, tapi di internet aku hanya menerima komentar jahat, dan foto saya diejek di halaman Facebook,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuatnya kehilangan rasa percaya diri dalam waktu yang lama.

Meski demikian, ia menemukan harapan setelah melihat unggahan warga Indonesia yang percaya diri dengan penampilannya tanpa operasi plastik yang dihina warga Korea.

Momen itu justru memberinya keberanian untuk menerima dirinya sendiri.

“Aku benar-benar mengalami perundungan parah sampai kehilangan rasa percaya diri, tapi terima kasih banyak kepada Anda,” tulisnya.

Curhatan ini pun menyentuh banyak pengguna media sosial dan memicu diskusi yang mendalam soal perundungan di negara yang menempatkan kecantikan di atas segalanya.

“Dan tahu apa paling gongnya? Yang respect dan dukung dia adalah WARGA ASEAN bilang dia cantik apa adanya dan juga berani ungkapin bahwasanya dia memang cantik sebagai wanita! I’m so proud being Asean people,” tulis akun @Libra***.

“Melihat ceritanya, sedih banget. Ternyata standar kecantikan di sana bisa sampai 'mencuci otak' seseorang buat merasa nggak berharga cuma karena fisik,” ujar akun @dani***.

“Kayaknya di sana kalau jelek seakan enggak boleh hidup gitu, padahal yaa biarkan aja. kita punya hidup masing-masing,” ujar akun @allf***.

Kontributor : Rizka Utami

Load More