SuaraSoreang.id-Kejadian gangguan ginjal akut yang terjadi terhadap ratusan anak-anak ini menjadi perhatian khusus pemerintah dan dunia kesehatan.
Pasalanya kejadian gangguan ginjal akut ini menjangkit anak-anak usia dibawah umur dan balita, akibat mengkonsumsi obat sirup yang mengandung zat berbahaya.
Kemudian diketahui, penyebab zat berbahaya ini ada dalam kandungan obat sirup atau bahan baku obat sirup berdasarkan zat bahan obat yang berasal dari luar negeri atau diimpor.
Dengan adanya dugaan ini, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy meminta Polri untuk mengusut dugaan tindak pidana impor bahan obat sirop dalam kasus gagal ginjal akut di Tanah Air.
"Pengusutan ini penting untuk memastikan ada tindaknya tindak pidana di balik kasus tersebut," ujar Muhadjir Effendi dalam keterangannya, dikutip dari PMJ News pada 23 Oktober 2022.
Muhajir juga menyampaikan bahwa kejadian ganguan ginjal kronis itu sudah mengancam upaya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Permintaan ini disampaikan mengingat kejadian gangguan ginjal kronis ini sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak," sambung Muhajir.
Lanjut, Muhadjir menyebut pengusutan perlu dilakukan karena berdasarkan data awal bahan baku obat sirup ini diimpor dari sebuah negara yang justru tidak terkena kasus ini.
Bahan baku obat yang diimpor ini yang menjadi penyebab ratusan anak Indonesia gagal ginjal akut
Baca Juga: Viral! Cerita Horor Perempuan Melahirkan Seorang Anak di RSUD Soreang yang Sudah Lama Pindah
"Kita sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian dan kita telah mendapatkan masukan dari semua pihak," jelasnya.
Kapolri juga sudah dikonfirmasi oleh Muhajir untuk menelaah kemungkinan adanya tindak pidana dalam kejadian gagal ginjal akut ini.
"Tadi malam saya sudah telepon Pak Kapolri agar kasus gagal ginjal akut ini diusut dan ditelaah kemungkinan ada tidaknya tindak pidana," imbuhnya.
Pemerintah berencana akan menyelidiki kejadian ini dimulai dari hulu asal bahan baku obat sirup itu masuk ke Indonesia, dan terdistribusi pabrik-pabrik farmasi mana serta macam-macam produk yang dihasilkan dari bahan tersebut.
Nanti pemerintah segera menetapkan status terkait ada pelanggaran atau tidak, dan jika ada masuk dalam kategori pidana atau tidak.
Dia menilai kasus ini sangat penting karena menyerang anak-anak di bawah umur, terutama umur 10 tahun ke bawah dengan rata-rata 1-6 tahun yang merupakan sumber daya manusia (SDM) berharga di masa depan.
Berita Terkait
-
Viral! Cerita Horor Perempuan Melahirkan Seorang Anak di RSUD Soreang yang Sudah Lama Pindah
-
Tak Jadi Juri di Dangdut Academy 5, Lesti Kejora Nyanyi Lagi di Konser Betrand Peto, Pertanda Dipecat?
-
Mengenal Legenda Ras Abarimon dari Lembah Gunung Imaus Himalaya
-
Disindir Istri Pencari Nafkah, Lesti Kejora Tampil Prima Bernyanyi di Konser Betrand Peto
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
Terkini
-
Ngabuburit Lintas-Generasi: Masih ada Optimisme di Jalan Konstitusi
-
Penumpang Naik 5,67 Persen, Bandara Radin Inten Buka 64 Penerbangan Tambahan
-
Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional
-
Purbaya Serang Ekonom TikTok: Cuma Sensasi, Enggak Pernah Belajar Ekonomi
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Rano Karno Ungkap Strategi Jitu Selamatkan Rp15 Triliun PAD Jakarta Lewat Geliat Budaya
-
Mudik Lebaran 2026: Pelabuhan Alternatif Masih 'Ecek-ecek', Pemudik Jadi Korban?
-
25 Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Menyentuh Hati untuk Orang Tua dan Mertua
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Jalintim Jambi-Palembang Lumpuh! Truk Sudah Ditahan, Macet di Muba Tak Kunjung Usai