SuaraSoreang.id - Malam-malam di satu jalan desa di Cimaung, Kabupaten Bandung, tidak seperti biasanya, Senin (7/11/2022).
Di satu rumah bambu ada keramaian hingga sejumlah pemuda di sana dibuat sibuk. Hujan yang cukup deras tetap mereka trabas. Jalan becek juga tetap mereka jadikan pijakan.
Satu persatu para pemuda ini masuk ke rumah tersebut, yang ternyata di sana sudah berkumpul pemuda lainnya bersama Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Saat itu Dadang Supriatna masih mengenakan seragam dinas. Malam yang semakin larut sekitar pukul 21.00 WIB, bupati yang akrab disapa DS ini sudah memegang handuk warna biru.
DS kemudian duduk di depan tungku pembakaran yang sedang menyala-nyala memanaskan air di panci yang cukup besar.
Di sana sambil melipat celana dinasnya, DS mencoba untuk memancing diskusi di antara pemuda yang ada di hadapannya.
Api yang memakan kayu bakar semakin menghangatkan suasana malam itu. DS pun meminta mereka untuk sambil minum kopi dan teh sebagai teman diskusi kecil sambil menunggu air panas.
DS membuka cerita tentang bagaimana pemuda di Kabupaten Bandung bisa melangkah melebihi dirinya.
Tiga dasar yang harus dimiliki sebagaimana DS dapatkan dari mentornya orang Singapura. "Kita teh sudah punya tiga dadasar belum. Punya keinginan, kemampuan, dan keberanian," kata DS.
Baca Juga: Sahabat Nikita Mirzani Beberkan Nominal Kerugian Materil yang Dialami oleh Dito Mahendra
Semua itu harus berkaitan agar pemuda Kabupaten Bandung bisa berdaya dan memberdayakan sesama teman bahkan keluarga.
DS kemudian berkisah tentang dirinya di masa STM atau saat ini disebut SMK. Dia saat itu hanya berkutat di mesin bubut dan menggambar desain.
Di usia sekolah itu, DS sudah mendapat tantangan untuk bisa mengembangkan usaha sendiri di luar skill STM-nya.
"Saya cuma dikasih uang Rp500 ribu, beras satu karung, dan buku catatan," kata DS sambil memasukan kayu bakar ke tungku.
Di sana DS berkeliling menggunakan strategi yang didapat secara otodidak untuk menjawab tantangan itu.
"Saya depositokan uang Rp500 ribu. Saya keliling sebar beras, dan dapat kepercayaan lain, sampai dalam dua minggu keuntungan dan modal bertambah," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan