SuaraSoreang.id - Mayangsari merupakan seorang penyanyi yang pernah dinobatkan sebagai pelakor di keluarga Bambang Triharmodjo dan Halimah.
Pernikahannya dengan anak mantan Presiden Soeharto, Bambang Triharmodjo itu sempat menuai kontroversi.
Dugaan ini diperkuat dengan perceraian Bambang Triharmodjo dengan Halimah kemudian banyak yang menyorot jika Mayangsari sebagai penyababnya.
Pernikahan Mayangsari dan Bambang Triharmodjo ini secara resmi terjadi pada tahun 2011. Namun, sebelum itu keduanya sempat menikah siri pada tahun 2000.
Sebelum menjalani pernikahan siri, Mayangsari juga mengaku sebpat berpacara terlebih dahulu selama tiga tahun dengan Bambang Triharmodjo.
"Jadi 97 (pacaran) menikah 2000. Punya anak 2005 terus menikah secara negara 2011," ungkapnya.
Dia juga dinobatkan sebagai pelakor legendaris yang dan menjadi bulan-bulanan netizen.
"Selalu dianggap salah adalah orang ketiga, 'Hello, pernahkah si ini bisa ke sini, pernah nggak introspeksi diri sampai ini ke sini' itu sebetulnya, fearnya," kata Mayangsari.
Mayangsari Bagi Tips Terhindar dari Pelakor
Baca Juga: Curhat Maia Estianty Bingung jadi Istri Irwan Mussry, Atta Halilintar Beri Nasehat ini
Baru-baru ini, Mayangsari menjelaskan tips bagi para perempuan agar suaminya tidak direbut perempuan lain.
Dia membagikan tips ini saat berbincang dengan Ashanty di sebuah program podcast.
Menurutnya, sebagai perempuan para istri harus selalu berdandan juga wangi meski diam di dalam rumah saja.
"Yang terpenting yah ibu-ibu kalau di rumah wangi saja. Kalau aku prinsipnya gini, mau di rumah mau di luar, yah aku harus sama. Yah alis harus joget, wangi," ungkap Mayangsari.
Di samping itu, istri Bambang Triharmodjo ini mengajak para istri tidak perlu protes jika suami melirik perempuan lain.
"Rata-rata katanya perempuan begitu, nggak gue kalo keluar baru pergi salah banget. Tapi kalau giliran lakinya liat yang lain nggak rela. Nggak fair," ungkap Mayangsari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026
-
Pencurian 22 Gerai Alfamart di Lombok Terungkap
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
Anak Merah Putih di Ujung Sabah
-
Kejagung Arahkan Pemkab Bekasi Kelola Stadion Skema Begini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup