/
Senin, 21 November 2022 | 15:40 WIB
Gempa Cianjur ada ancaman gempa besar sesar Cimandiri, terkait dengan Megathrust. Beirkut korban jiwa gempa Cianjur. (Twitter/daryonoBMKG)

SuaraSoreang.id - Terungkap penyebab terjadinya gempa yang terasa hingga Jakarta dan Bandung. BMKG mengatakan jika  titik gempa terletak di sekitar Cianjur.

"Pusatnya di kedalaman 10 kilometer Barat Daya Cianjur. Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG di laman Twitternya.

Gempa ini terasa cukup kuat karena pusatnya di darat bukan lautan seperti yang biasa terjadi.

Frekuensi getaran pun terbilang cukup lama yakni selama 10-15 detik. Guncangannya juga kuat hingga terasa di beberapa tiitk daerah.

Seperti diketahui, kekuatan gempa yang terjadi ini berkekuatan magnitugo (M) 5,6.

Per hari ini, berdasarkan informasi yang dikutip dari BMKG, Kabupaten Cianjur telah diguncang gempa tiga kali.

Pertama terjadi ketika pukul 0.15 WIB dengan magnitudo 1,7, kemudian pukul 00.17 WIB yang berkekuatan 2,4 magnitudo.

Penyebab Gempa, Mengenal Sesar Cimandiri

Gempa Cianjur (sumber: humaira922 / Twitter)

Diketahui, gempa yang berpusat di daratan Cianjur ini disebabkan pergerakan Sesar Cimandiri.

Sesar Cimandiri ini merupakan patahan geser aktif yang terletak mulai dari muara Sungai Ciamndiri di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi dan mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tak Malu ungkap Masalah Stamina di Ranjang, 3,5 Tahun 'Puasa' setelah Ambu Anne Lahirkan Anak Bungsu

Patahan ini juga mengalami pertemuan dengan dua sesar lainnya seperti Sesar Lembang di wilayah Padalarang dan Sesar Baribis di Subang.

Mengutip laman Atmago dari penelitian LIPI, sesar Cimandiri memang aktif bergerak dengan kecepatan 4-6 mm per tahun dengan bentuk patahan ke kiri.

Pergeseran sesar yang bergerak ke arah samping ini untungnya tidak akan menimbulkan bencana tsunami dalam skala yang besar. Sebab, pemicu tsunami adalah pergerakan sesar naik.

Para peneliti juga mengindikasi bahaya risiko bencana gempa bumi sepanjang jalur patahan Cimandiri ini. 

Bahkan, beredar informasi hasil penelitian jika ada ancaman gempa besar mengguncang cekungan Bandung apabila terjadi pergerakan besar di Sesar Cimandiri dan Sesar Lembang.

Gempa Tidak Terkait Megathrust

Seperti diketahui, wilayah Jawa Barat di Selatan menyimpan potensi gempa bumi megathrust.

Untungnya gempa yang baru saja mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat ini tidak terkait ancaman gempa besar megathrust.

"Gempa yang baru saja terjadi tidak terkait langsung dengan potensi gempa megathrust," ungkap  pakar tsunami Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Widjo Kongko dikutip ANTARA, Senin (21/11/2022).

Gempa ini hanya berpotensi merusak wilayah Cianjur dan sekitarnya.

"Karena gempa ini dangkal, berpotensi merusak infrastruktur, rumah, atau pemukiman, di sekitar epicenter," ungkapnya.

Mengutip laman BNPB, gempa Cianjur ini  menyebabkan dua orang meninggal dunia dan empat warga lainnya luka-luka.

Selain itu, sementara ini dilaporkan 7 unit rumah rusak berat, pondok pesantren rusak berat, RSUD Cianjur rusak sedang.
(*)

Sumber: berbagai sumber

Load More