SuaraSoreang.id - Tingginya curah hujan mengakibatkan bencana banjir dan longsor melanda 5 kecamatan di Cianjur.
Berdasarkan catatan dari BPBD Cianjur, Jawa Barat, selama dua hari terakhir setidaknya ada 17 desa dari 5 kecamatan di bagian selatan Cianjur dilanda banjir hingga tanah longsor.
Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo menuturkan, bencana tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi, terutama saat malam.
Lokasi paling parah terjadi di Kecamatan Cibeber dimana ada 11 desa yang terkena dampak bencana tersebut.
"Untuk Kecamatan Cibeber terjadi banjir dan longsor, sedangkan di tempat kecamatan lainnya terjadi bencana alam longsor. Total rumah yang rusak akibat longsor 21 rumah dan ratusan rumah terancam," ungkap Rudi dikutip dari ANTARA pada Rabu (7/9/2022).
Lebih lanjut Rudi menjelaskan, bahwa pihaknya telag menyiagakan ribuan relawan di sejumlah titik untuk melakukan evakuasi dan pengawasan guna mengantisipasi bencana alam susulan, karena melihat masih tingginya curah hujan.
Para relawan diturunkan untuk membantu warga membersihkan rumah dari material banjir dan longsor.
"Seribuan relawan yang disiagakan di lima lokasi yang berbeda juga membantu warga untuk membersihkan material sisa banjir dan longsor, serta melakukan pengawasan karena ditakutkan bencana susulan dapat terjadi setiap saat," tuturnya.
Selain mengakibatkan rumah rusak, bencana banjir dan longsor juga mengakibatkan arus lalu lintas terhambat karena ada dua ruas jalan yang tertutup longsor.
Baca Juga: Hasil Uji Kebohongan Kuat Maruf Terbukti Jujur, Emang Akurat?
Sejumlah sekolah juga terkena dampak, dan sebagai antisipasi para relawan juga dibantu oleh aparat TNI dan Polri yang ditempatkan di lokasi selama proses belajar mengajar berjalan.
"Saat ini, kami sedang menangani longsor yang menyebabkan pagar sekolah di SMA I Sukanagara yang amblas dan pagar Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Campakamulya. Untuk antisipasi beberapa orang relawan dibantu aparat TNI/Polri di tempatkan di lokasi selama proses belajar mengajar berjalan," sambungnya.
Berita Terkait
-
Harga BBM Naik, Tarif Masih Normal, Puluhan Sopir Elf Cianjur Selatan Pilih Berhenti Beroperasi
-
Harga Sembako di Cianjur Mulai Merangkak Naik, Pedagang Hanya Bisa Pasrah
-
Bakamla RI Jawab Keluhan Nelayan Indonesia Soal Penegakan Hukum KII
-
Ingin Lunasi Hutang, Warga Jawa Timur Jauh-jauh ke Cianjur untuk Beli Uang Palsu
-
Banjir Surut, KA Siliwangi Kembali Beroperasi
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler