/
Rabu, 07 September 2022 | 16:38 WIB
Kondisi Tanah Longsor di Cianjur (ANTARA)

SuaraSoreang.id - Tingginya curah hujan mengakibatkan bencana banjir dan longsor melanda 5 kecamatan di Cianjur.

Berdasarkan catatan dari BPBD Cianjur, Jawa Barat, selama dua hari terakhir setidaknya ada 17 desa dari 5 kecamatan di bagian selatan Cianjur dilanda banjir hingga tanah longsor.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo menuturkan, bencana tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi, terutama saat malam.

Lokasi paling parah terjadi di Kecamatan Cibeber dimana ada 11 desa yang terkena dampak bencana tersebut.

"Untuk Kecamatan Cibeber terjadi banjir dan longsor, sedangkan di tempat kecamatan lainnya terjadi bencana alam longsor. Total rumah yang rusak akibat longsor 21 rumah dan ratusan rumah terancam," ungkap Rudi dikutip dari ANTARA pada Rabu (7/9/2022).

Lebih lanjut Rudi menjelaskan, bahwa pihaknya telag menyiagakan ribuan relawan di sejumlah titik untuk melakukan evakuasi dan pengawasan guna mengantisipasi bencana alam susulan, karena melihat masih tingginya curah hujan.

Para relawan diturunkan untuk membantu warga membersihkan rumah dari material banjir dan longsor.

"Seribuan relawan yang disiagakan di lima lokasi yang berbeda juga membantu warga untuk membersihkan material sisa banjir dan longsor, serta melakukan pengawasan karena ditakutkan bencana susulan dapat terjadi setiap saat," tuturnya.

Selain mengakibatkan rumah rusak, bencana banjir dan longsor juga mengakibatkan arus lalu lintas terhambat karena ada dua ruas jalan yang tertutup longsor.

Baca Juga: Hasil Uji Kebohongan Kuat Maruf Terbukti Jujur, Emang Akurat?

Sejumlah sekolah juga terkena dampak, dan sebagai antisipasi para relawan juga dibantu oleh aparat TNI dan Polri yang ditempatkan di lokasi selama proses belajar mengajar berjalan.

"Saat ini, kami sedang menangani longsor yang menyebabkan pagar sekolah di SMA I Sukanagara yang amblas dan pagar Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Campakamulya. Untuk antisipasi beberapa orang relawan dibantu aparat TNI/Polri di tempatkan di lokasi selama proses belajar mengajar berjalan," sambungnya.

Load More