SuaraSoreang.id - Elemen relawan se-Indonesia berkumpul pada acara Gerakan Nusantara Bersatu dalam rangka temu kangen dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2022).
Presiden Jokowi memasuki GBK sekitar pukul 08.20 WIB. Dia hadir menyapa seluruh relawan yang hadir sampai mengundang sapaan dari para relawan dan pendukungnya yang berlangsung meriah.
Di tengah kemeriahan itu, terdengar teriakan-teriakan "tiga periode" dan "satu periode lagi" menyambut Pilpres 2024.
Selain itu poster-poster bernada serupa pun seperti "Jokowi 3 Periode" dan semacamnya turut dibentangkan beberapa relawan.
Relawan-relawan itu berargumen jika apa yang disuarakannya merupakan keputusan rakyat.
Diketahui, alasan mereka mendukung wacana perpenjangan jabatan ini karena takut jika program-program yang telah ditanamkan Presiden Jokowi tidak terlaksana di periode selanjutnya.
Cara Presiden Jokowi Respon Wacana Tiga Periode: Dulu sampai Terbaru
1. Ingin Menampar Muka Saya
Presiden Jokowi merespon wacana tiga peiode serta berbagai macam usulan lainnya yang mengacu pada perpanjangan masa jabatan Jokowi sebagai presiden.
Wacana ini sempat ramai dipantik dengan isu amandemen UUD 1945.
"Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (tujuan) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2 Desember 2022.
2. Tidak Berminat
Jokowi kembali merespon saat wacana tiga periode itu kembali muncul imbas dari Ketua MPR Amien Rais yang mengatakan ada skenario untuk mengubah ketentuan UUD 1945 soal masa jabatan presiden.
"Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, pada tanggal 15 Maret 2021.
3. Jangan Ada yang Bersuara Lagi
Wacana tiga periode ini masih terus berkembang meski Jokowi telah menolaknya berulang kali.
Akhirnya, hal ini memicu polemik di antara masyarakat hingga menguatnya gelombang aksi massa di sejumlah daerah.
"Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, nggak," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada 5 April 2022.
4. Boleh Berwacana Tiga Periode
Presiden Jokowi menyuarakan lagi soal isu tiga periode dalam forum Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia di Bandung, Jawa Barat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
5 Kebiasaan Buruk Pakai Handbrake Ini Sering Terjadi, Bikin Rem Blong Hingga Mobil Melorot
-
Hong Myung-bo Minta Korea Selatan Lupakan Kekalahan dari Meksiko, Fokus ke Laga Penentuan
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Alami Gegar Otak Ringan, Quinten Timber Absen Bela Belanda Lawan Swedia
-
5 Parfum Lokal Tahan Seharian Versi Lifni Sanders, Nggak Perlu Retouch
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Novel The Arson Project, Dilema Antara Keadilan Hukum dan Pembalasan Pribadi
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun