SuaraSoreang.id - Cerita horor ini datang dari sosok gadis remaja bernama Nala. Nala menceritakan kisah tentang dirinya dan seorang teman khayalannya.
Nala merupakan seorang gadis yang sudah memiliki kemampuan untuk melihat makhluk halus sejak berusia dua tahun.
Sejak kecil Nala sudah lancar berbicara karena ia selalu berbincang dengan teman khayalannya.
Teman khayalan Nala tersebut merupakan makhluk halus yang berada di rumah tempat tinggalnya.
Nala tinggal di rumah neneknya, lantaran kedua orang tuanya berpisah dan menikah dengan pasangan hidupnya masing-masing.
Seiring berjalannya waktu kemampuan Nala untuk berbincang dengan makhluk halus ini tak juga surna.
Tidak hanya mampu berbincang dengan para makhluk halus tersebut, Nala juga bisa melihat bentuk mereka.
Mulai dari pocong, kuntilanak, hingga makhluk halus yang berbentuk abstrak sudah ditemui oleh Nala sejak ia kecil.
Saat Nala berusia tujuh tahun, Nala bertemu dengan salah satu makhluk halus yang menyerupai sosok anak laki-laki sesusianya.
Sosok anak laki-laki tersebut selalu muncul di sekitar rumah nenek, tempat Nala tinggal selama ini.
Hingga suatu ketika Nala memberanikan diri untuk berbincang dengan sosok anak laki-laki tanpa nama tersebut.
Setelah berkenalan dengan sosok anak laki-laki itu, Nala merasa nyaman karena ceritanya selalu didengar.
Sosok anak laki-laki itu selalu mendengarkan cerita Nala tanpa menghakiminya sedikitpun.
Nala dan sosok anak laki-laki itu ahirnya semakin dekat, hingga suatu hari Nala memberikan nama kepada teman dekatnya itu.
Akara, nama yang diberikan oleh Nala kepada sosok anak laki-laki yang sering menemaninya tersebut.
Hubungan Nala dan Akara semakin dekat, sampai suatu ketika Akara justru mengungkapkan rasa sukanya kepada Nala.
Namun perasaan Akara terhadap Nala itu tidak terbalas, karena Nala sudah menganggap bahwa Akara hanyalah teman dekatnya saja.
Mulanya tidak seorang pun mengetahui kedekatan Nala dengan Akara tersebut, namun ayah tiri Nala kemudian mengetahuinya.
Ayah tiri Nala mengetahui kedekatan Nala dengan Akara lantaran memiliki kemampuan yang sama dengan Nala.
Mengetahui hal tersebut, ayah tiri Nala menasehati sang anak untuk tidak dekat-dekat dengan Akara lagi.
Karena kedekatan mereka hanya akan berdampak buruk bagi kehidupan Nala di masa mendatang.
Meski sempat tidak terima dengan perkataan sang ayah, Nala akhirnya berusaha untuk menjauhi Akara.
Nala khirnya kembali ke kehidupannya di dunia nyata. Ia pun melanjutkan sekolahnya ke pesantren.
Bahkan Nala juga sempat menjalani ruqiyah beberapa kali untuk membersihkan dirinya dari gangguan makhluk halus.
Sejak saat itulah Nala dan Akara akhirnya tidak pernah bertemu kembali, Nala juga tidak bisa lagi melihat makhluk halus seperti dahulu.
Kisah horor ini diceritakan oleh Hirodata Radifan melalui kanal YouTubenya pada Minggu (18/12/2022) kemarin.(*)
Sumber: YouTube/Hirodata Radifan
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
Terkini
-
Pertalite Jebol Diburu Pengguna Peralihan Pertamax, Tapi Stok Diklaim Aman
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Haji Isam Akan Caplok Saham Bayan dengan Harga Murah
-
Ancaman Tak Terduga di Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Waspadai Angsa Hitam
-
Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara
-
Dompet Digital Berevolusi, Tak Lagi Hanya Alat Bayar
-
4 Perbedaan Sepeda Gunung XC, Trail, Enduro, dan Downhill dari Fungsi hingga Medan
-
Bukan Cuma 3 Moge, KPK Juga Sita Duit Rp 2,8 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?
-
Waspada Besok! Investor Diramal Ramai-ramai Ambil Cuan saat Demo