/
Selasa, 10 Januari 2023 | 12:37 WIB
HOAX! Mata siswa SD pecah dan buta karena terkena lato-lato adalah berita bohong. (Instagram @tante.rempong.official)

SuaraSoreang.id - Kabar terkait pecahnya bola mata seorang siswa SD hingga buta akibat terkena lato-lato yang beredar di media sosial cukup menarik perhatian publik.

Berita yang awalnya beredar melalui pesan WhatsApp itu, memperlihatkan foto seorang anak laki-laki sedang berbaring di ranjang rumah sakit.

Sebelah matanya terlihat sedang diperban. Lantas diberikan deskripsi seolah-olah matanya terkena lato-lato, sehingga mengalami kebutaan.

Terlihat, pesan berantai itu menyebar dengan cepat, hingga ramai diberbagai media sosial lain. 

Anehnya, alamat dan identitas si anak yang awalnya diduga sebagai korban lato-lato, berbeda-beda pula di sejumlah wilayah.

Akibat gemparnya kabar tersebut, beberapa pihak mencoba menelusuri kebenaran dari kabar burung yang hingga saat ini tidak diketahui siapa penyebar pertamanya.

Salah satu pihak yang menguak bahwa berita tersebut bohong adalah para anggota grup Facebook Relawan Anti Hoax Karanganyar.

Dalam postingan terbarunya, Senin (9/1/2023), Relawan Anti Hoax Karanganyar mencoba menelusuri kebenaran berita yang menyatakan korban dalam foto adalah siswa dari Ngringo Palur, Karanganyar.

Faktanya, mereka tidak menemukan korban yang dimaksud di daerah tersebut. Pihak mereka hanya mengatakan bahwa saat ini kebenaran yang terjadi adalah korban dari daerah Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Tak Perlu Modal Besar! Inilah 3 Ide Bisnis yang Cocok bagi Mahasiswa

Itupun, kejadiannya si anak tidak sampai pecah bola matanya. Ia memang harus dioperasi karena terkena serpihan lato-lato dan saat ini sedang menjalani pemulihan pasca operasi karena pandangannya masih buram.

Sempat simpang siur, beberapa komentar dari warganet yang di postingan lain mengaku, mereka juga mendapatkan pesan berantai itu dengan identitas korban yang berbeda.

"Loh kaya di grup MIN 4 Brebes," kata Riut Ut

"Bukan mb, itu anak SD Muhammadiyah katanya," timpal Aniff (*)

Sumber: Facebook Relawan Anti Hoax Karanganyar dan Facebook Leha Ibunya Azzam

Load More