SuaraSoreang.id - Duka mendalam dirasakan buruh tanah air NKRI di lokasi smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang berada di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Darah segar hingga nyawa melayang saat terjadi bentrok antara pekerja asing asal China yang bentrok besar dengan buruh lokal.
Bentrok tersebut terjadi di smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang berada di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Sabtu (14/1/2023) malam.
Kabarnya tiga korban jiwa melayang akibat dari bentrok berdarah antar kedua kubu buruh asing asal China dengan pekerja lokal.
Diduga bentrok terbuka terjadi bermula dari ratusan buruh berunjuk rasa. Mereka memaksa masuk pos empat pabrik smelter PT GNI, hingga terjadi gesekan dan bentrok tak bisa dihindarkan.
Pengunjuk rasa saat itu mengatakan tak akan bekerja selama tuntutan yang diajukannya tidak dipenuhi perusahaan.
Adanya aparat tidak bisa meredam massa yang marah hingga akhirnya terjadi bentrok besar.
Akibat dari bentrok tersebut tiga nyawa pekerja melayang sia-sia. Dari sana, nama PT GNI jadi sorotan.
Bukan hanya nama perusahaan, siapa bos atau pemilik dari perusahaan tersebut turut dicari tahu.
Baca Juga: Deretan Judul Drakor yang Siap Tayang di Netflix Tahun 2023, Ada Kim Nam Gil Jadi Koboi!
Siapa Pemilik PT GNI?
Dikutip soreang.suara.com dari suara.com yang melansir berbagai sumber, founder atau pemilik dari PT GNI adalah Tony Zhou Yuan.
Dia adalah pengusaha asal China. Sementara dikutip dari laman resmi perusahaan, Tony Zhou Yuan juga menduduki jabatan Direktur Operasional.
Tony Zhou Yuan menyebut PT GNI adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia di bidang hilirisasi minerba.
Tak hanya itu, perusahaan bahkan berencana menginvestasikan dana sekitar 3 miliar dolar AS.
Dana itu dipakai untuk kebutuhan produksi dan penunjangnya. Di antaranya, membangun 24 lini produksi feronikel dan PLTU berkapasitas sekitar 1.115 MW, dengan total kapasitas 2 juta metric ton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
realme C100 Series Bawa Baterai Monster 8000mAh dan AI Gemini, Siap Cetak 'Champion' Masa Depan!
-
Tantangan Adopsi Toyota Hilux Listrik Bagi Pengusaha Akibat Selisih Harga
-
Viral Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ini Faktanya
-
Dua Aksi Demo Digelar di Jakarta Pusat Hari Ini, 415 Personel Gabungan Disiagakan
-
BUMN Kini Tak Boleh Bisnis Semaunya Sendiri, Harus Satu Arah yang Sama
-
Possession Semu Berujung Petaka, John Herdman Evaluasi Total Pertahanan Timnas Indonesia
-
Haier H100M96GUX Dobrak Pasar High-End: QD-MiniLED, Audio KEF, dan Refresh Rate 240Hz!
-
Skema Potong Komisi Langsung Dinilai Bikin Pendapatan Ojol Lebih Transparan
-
8 Ciri-ciri Rumah yang Membawa Hoki dan Rezeki Menurut Feng Shui
-
3 Gol, 3 Poin, dan 1 Baju Dibuang: Cerita Unik Kemenangan Vietnam atas Indonesia