/
Rabu, 08 Februari 2023 | 11:48 WIB
GEMPA TURKI - Warga bersama tim penyelamat membawa jenazah yang ditemukan di reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di Adana, Turki, Senin (6/2/2023). (Can EROK / AFP)

SuaraSoreang.id - Catatan gempa Turki kali ini yang bermagnitudo 7,7, ternyata terekam jelas pada 1999 lalu.

Gempa bumi dahsyat saat itu sampai merenggut 17 ribu jiwa. Energi gempa Turki kali ini pun lebih besar dari Italia yang hanya M 6,2 dan menewaskan 300 orang.

Dalam catatan terbaru tentang gempa Turki yang dahsyat bermagnitudo 7,7 pada Senin (6/2/2023) telah menewaskan 7.266 orang.

Belum lagi gempa Turki tersebut juga telah melukai sekira belasan ribu orang yang berasal dari Turki dan Suriah yang juga terdampak.

Para ahli menilai jika gempa Turki tersebut masuk paling dahsyat sekira 100 tahun terakhir atau sejak 1939.

Diberitakan Reuters, Kepala Institut Pengurangan Risiko dan Bencana University College London, Joanna Faure Walker, gempa Turki memiliki energi sangat kuat.

GEMPA TURKI- Tim penyelamat mencari korban di reruntuhan, Senin (6/2/2023). Luar biasa. Dahsyatnya gempa bumi Truki dalam pandangan ahli Indonesia diduga disebatkan 4 faktor. (sumber: Can EROK / AFP)

Disebutnya jika gempa Turki melepaskan energi 250 kali lebih banyak dibandingkan gempa M 6,2 di Italia pada 2016 yang menewaskan 300 orang.

Dia menjelaskan jika Turki berada di satu zona gempa paling aktif di dunia yang bisa terjadi kapan saja dan juga memiliki daya rusak yang diprediksi sangat mengerikan. 

Perlu diketahui jika pada 1999, Turki juga pernah dilanda gempa yang sangat dahsyat.

Baca Juga: Luangkan Waktu Anda, Alasan Penting Ini Perlu Diketahui Agar Dapat Rutin Lakukan Olahraga

Saat itu gempa Turki sampai menewaskan lebih dari 17 ribu jiwa.

Sementara itu diberitakan The Straits Times, gempa Turki kali ini benar-benar mematikan.

Dia melihat jika kedangkalan dan guncangan gempa Turki yang sangat hebat itu merusak daerah padat penduduk. 

Sehingga dengan kekuatan itu, bisa dipastikan akan banyak korban jiwa. 

Belum lagi gempa tersebut terjadi pada dini hari yakni pukul 04.17, di mana warga di kawasan padat penduduk tersebut masih terlelap.

"[Warga yang sedang tidur] mereka terperangkap ketika rumah mereka roboh," kata Roger Musson, peneliti di British Geological Survey.

Dia melihat jika kedahsyatan gempa diluar prediksi. Hal itu terlihat banyak korban jiwa dan selamat memakai piyama atau pakaian tidur.

Sebagai informasi jika gempa Turki berkekuatan M 7,7. Dikabarkan GFZ Jerman, saat ini tercatat sekira 4.327 di Turki dan Suriah meninggal dunia. (*)








Load More