SuaraSoreang.id - Timnas Indonesia U-20 sedang mempersiapkan diri untuk Piala Asia 2023, namun beberapa pemain belum bisa bergabung dengan tim nasional. Setelah sepekan latihan, hanya 19 dari 30 pemain yang sudah hadir.
Hal ini membuat pelatih Timnas, Shin Tae-yong, kebingungan karena banyak pemain yang masih dipersulit oleh klub asal mereka.
Klub Persija Jakarta dipastikan belum melepas empat pemainnya, yaitu Alfriyanto Nico, Cahya Supriadi, Doni Tri Pamungkas, dan Muhammad Ferarri.
Sementara Persib Bandung belum mengirimkan tiga pemain, yakni Kakang Rudianto, Robi Darwis, dan Ferdiansyah Cecep.
Kedua klub ini tidak memberikan penjelasan mengapa pemain mereka belum bisa bergabung dengan Timnas Indonesia U-20.
Tidak hanya itu, dua pemain lain, Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh, malah bermain untuk klub luar negeri.
Menurut Shin Tae-yong, kedua klub memiliki alasan yang sama saat ditanya mengapa tak mau melepas pemain.
Kondisi ini tentu sangat menjadi perhatian dan masalah bagi Timnas Indonesia U-20 yang sedang mempersiapkan diri untuk Piala Asia 2023.
Tim nasional membutuhkan kehadiran seluruh pemain untuk melatih dan bersiap menghadapi turnamen.
Baca Juga: 3 Cara Mudah dan Anti Ribet Cek Pajak Kendaraan Bermotor, Cukup Via Online
Para pemain yang belum bergabung dengan Timnas saat ini juga tidak bisa memperkuat tim nasional dalam turnamen penting ini.
Maka dari itu, Shin Tae-yong meminta pengertian dari klub-klub yang masih memegang pemain tersebut untuk segera melepas pemain mereka dan memperkuat Timnas Indonesia U-20 dalam Piala Asia 2023.
Timnas Indonesia membutuhkan dukungan dari seluruh pihak untuk bisa berprestasi dalam turnamen ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026