SuaraSoreang.id - Bikin geger aksi pengeroyokan kembali terjadi. Kali ini lokasinya di Wamena.
Korbanya tidak koma, tapi langsung meninggal. Bahkan jumlah korban tewasnya sampai sembilan orang.
Kira-kira para pelaku pengeroyokan bisa ditangkap tidak?
Aksi pengeroyokan brutal yang menyebabkan sembilan orang tewas berawal dari isu culik anak.
Lokasi kejadian ada di Sinakma, Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Dari aksi pengeroyokan ini langsung disusul dengan kerusuhan. Massa dilaporkan bertindak brutal.
Kebrutalan massa mengeroyok para korban hingga menyebabkan sembilan orang tewas.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Benny Adi Prabowo mengatakan, semua korban meninggal adalah warga sipil.
Bukan itu saja, insiden aksi brutal massa ini juga mengakibatkan enam warga terluka.
Baca Juga: Ressa Herlambang Juga Berkasus dengan Seorang Datuk di Malaysia, Terkait Penipuan dan Penggelapan
Bahkan saking tak terbendungnya sejumlah rumah dan kios dibakar massa.
Informasi yang beredar dari sumber resmi, jika kebrutalan massa ini terjadi sekira pukul 12.30 WIT.
Massa secara brutal dan tak terbendung menghentikan mobil penjual kelontong di Sinakma.
Pemberhentian mobil ini dilakukan lantaran massa tersulut isu penculikan anak.
Polisi ada di sana untuk mengamankan beberapa orang di TKP.
Akan tetapi tiba-tiba saja ada yang berteriak dan melakukan penyerangan.
Berita Terkait
-
Dipicu Isu Penculikan Anak, 10 Orang Tewas saat Kerusuhan di Wamena
-
Kronologi Bentrok Aparat dan Warga di Wamena Papua, 10 Orang Tewas Puluhan Luka-luka
-
6 Fakta Mengejutkan 5 Warga Garut Dituduh Culik Anak, Isu Makin Liar, Niat Cari Rezeki Jual Jaket Kulit Malah Dihajar hingga Dagangan Dijarah
-
Cek Fakta: Pesawat Susi Air Dibakar KKB, Pilot dan Penumpang Disandera
-
Gempa Terkini di Jayapura Papua, 4 Orang Meninggal dan Bangunan Rusak Parah
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional