Bisnis / Makro
Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mendatangi berbagai kementerian dan lembaga pada semester II 2026.
  • Langkah kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh kementerian dan lembaga membelanjakan anggaran secara efisien dan tepat sasaran.
  • Realisasi Belanja Negara per Juni 2026 telah mencapai Rp 1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari target APBN.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal mendatangi Kementerian atau Lembaga (K/L) untuk memastikan mereka belanja sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

Menkeu Purbaya menyebut kalau hal ini merupakan strategi agar K/L bisa membelanjakan anggaran agar lebih efisien di semester II 2026 nanti. Ia mengklaim kalau upaya ini juga sudah direstui anggota DPR RI.

"Belanjanya ya kita datang ke kementerian lembaganya, kan kata DPR saya boleh datang ke Kementerian Lembaga sekarang untuk memastikan anggarannya sesuai dengan yang ditetapkan," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).

Bendahara Negara memastikan kalau K/L bisa belanja tepat waktu dan tepat sasaran. Dia juga siap meminta izin Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyambangi K/L tersebut.

"Kita akan pastikan mereka belanja tepat waktu tepat sasaran. Jadi mungkin kami atas izin Presiden nanti datang ke kementerian lembaga untuk memastikan mereka bisa belanja. Atau kalau ada halangan, halangan apa yang bisa kita hilangkan secepatnya," jelasnya.

Diketahui Belanja Negara per Juni 2026 mencapai Rp 1.656,0 triliun atau setara 43,1 persen dari target APBN 2026. Angka ini juga tumbuh 17,8 persen yoy dari tahun lalu.

Belanja Negara itu terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebanyak Rp 1.298,6 triliun yang meliputi Belanja Kementerian Lembaga (K/L) Rp 658,9 triliun dan Belanja non K/L 639,7 triliun. Kemudian ada Transfer ke Daerah (TKD) sebanyak Rp 357,4 triliun.

Sementara itu realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026. Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun yang mencakup Penerimaan Pajak Rp 1.035,7 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp 152,0 triliun. Kemudian ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun dan Penerimaan Hibah Rp 700 miliar.

Baca Juga: Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 85,1 triliun. Kemudian di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 452 triliun atau 65,6% dari target APBN 2026.

Adapun defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di semester pertama 2026.

Load More